Suara benturan keras dari dalam ruang kerja Hardian membekukan langkah kaki Arini dan Daman di lorong lantai satu. Arini melirik ke pintu yang terbuka separuh, menyaksikan Hardian menodongkan revolver ke dahi Sandra. "Kau berani bermain dua kaki di belakangku dengan saingan bisnisku, Sandra?!" raung Hardian menggetarkan dinding koridor. "Singkirkan pistolmu itu, Hardian! Kejaksaan sedang mengincarmu!" balas Sandra melontarkan cercaan tanpa rasa gentar. Daman menyambar pinggul ramping Arini, menarik tubuh bergaun sutra itu menjauh dari Garis Bahaya. "Jangan melihat ke sana, Arini. Masuk ke kamar sekarang," bisik Daman dengan vokal serak yang sangat kaku. "Ta-tapi... Sandra sama pria tua itu lagi ribut besar, Daman," cicit Arini dengan dada berdegup kencang. "Biarkan mereka ribut... Situasi ini memberi kita celah waktu terbaik," pangkas Dam
Last Updated : 2026-08-21 Read more