Motor berhenti di depan rumah. Suara mesinnya mati, menyisakan keheningan. Zoya langsung turun. Kaki kanannya baru menyentuh tanah, langsung nyeri. "Aduh." Dia meringis. Tapi tetap memaksakan diri berjalan pincang menuju teras. Gengsi mengalahkan sakit. Pintu dibuka. Krek! "Assalamu'alaikum!" ucapnya pelan mendorong pintu. Bu Fatimah dan Raka yang sedang duduk di ruang tamu langsung menoleh. Kompak. "Wa'alaikumsalam!" Lalu, keduanya terdiam. Dua orang itu pulang bersama. Tapi jarak di antara mereka sejauh satu meter. Wajah sama-sama datar. Udara di antara mereka terasa dingin. Bu Fatimah saling pandang dengan Raka. Raka berbisik, "Lah, pada kenapa tuh, mereka? Kok, malah jadi kayak lagi marah-marahan?" Bu Fatimah tak menjawab. Dia hanya geleng kepala pelan. "Wah, sepertinya bakal terjadi perang dunia, Bu!" "Sstt ... berisik!" Bu Fatimah melotot ke arah Raka. Zoya tidak mempedulikan keduanya. Dia terus berjalan. Ingin segera masuk ke kamar, mengunci pin
Last Updated : 2026-08-24 Read more