Enzo hanya mengangguk santai seolah sudah biasa dipanggil 'Tuan Muda'. "Lancar, Pak. Makasih," jawabnya sopan. Lalu, ia menoleh ke Zoya, menggandeng tangannya erat. "Ini istri saya, Zoya." Sopir dan kedua anak buah itu serentak menoleh ke Zoya. Lalu kembali menunduk lebih dalam. "Selamat datang, Nyonya." Zoya... bengong. Otaknya nge-lag. Pipinya panas. Dalam hati, `Tuan Muda? Nyonya? Sejak kapan aku jadi nyonya? Aku kan cuma Zoya, anak pedang kue.` Sepanjang perjalanan dari bandara ke mobil Alphard hitam yang pintunya kebuka otomatis, pertanyaan itu terus berputar di kepala Zoya. `Motor mahal. Bayar utang Ibu 20 juta cash plus bunga. Kasih semua gaji. Perhiasan, baju, skincare udah disiapin.' 'Dan sekarang ... dipanggil nyonya sama sopir?` `Sebenarnya ... kamu ini siapa, Enzo?` Zoya meliriknya dari samping. Laki-laki itu masih santai main HP, seolah tak terjadi apa-apa. Sementara Zoya, semakin penasaran. -- PERJALANAN KE RUMAH. Sepanjang jalan dari bandara, Zo
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-09-13 อ่านเพิ่มเติม