Tok-tok! "Masuk."'Klik!' Pintu terbuka. Pak Deon mengangkat kepala. Kacamata bacanya hampir jatuh menoleh ke arah sumber suara. Enzo dan Zoya berdiri di depan pintu. Bergandengan tangan. "Enzo?!" Pak Deon spontan berdiri. Wajahnya kaget bukan main. "Kamu... kamu ngapain di sini?" Belum sempat Enzo jawab, mata Pak Deon turun ke tangan mereka yang bergandengan. Lalu menatap Zoya. Wajah kaget Pak Deon langsung berubah. Senyumnya hilang. Jadi datar, bahkan sedikit kesal. "Zoya?" Pak Deon menghela napas berat. "Kamu bawa dia ke sini, Enzo?" Enzo tersenyum, masih bangga. "Iya, Pa. Sengaja aku pingin kenalin istri aku, Zoya. Dan mulai hari ini aku mau bekerja di sini, Pa. Di kantor pusat." Pak Deon tidak menjawab. Ia justru berjalan mendekati jendela kaca besar yang menghadap langsung ke lantai bawah. Dari situ, dia bisa memantau semua karyawan di sana. "Enzo, kamu tau apa yang kamu lakukan?" suara Pak Deon pelan tapi tegas, menahan marah. "Ini kantor pusat, Superstar, Z
Last Updated : 2026-10-01 Read more