Xian Ren menuntun Han Yu memasuki kamar yang redup. Begitu mereka berada di dalam, Xian Ren menutup dan mengunci pintu itu.Han Yu berjalan pelan mendekati ranjangnya, lalu duduk di tepi kasur. Ia menundukkan kepalanya. Wajahnya merona, jantungnya berdebar-debar tidak karuan, napasnya mulai terasa berat.Xian Ren berjalan mendekat. Ia berdiri di hadapan wanita itu sambil tersenyum tipis. "Di mana minyak urutnya, Bu?""I-Itu... D-Di atas meja rias, Han..." ucap Han Yu terbata-bata, jarinya menunjuk ke arah meja rias.Xian Ren mengangguk singkat, menatap ibu tirinya, lalu berkata dengan tenang, "Buka saja bajunya, Bu. Setelah itu, Ibu berbaring tengkurap di kasur."Han Yu tersentak kaget. Matanya membelalak menatap pemuda itu. "E-Eh? K-Kenapa harus dibuka, Han?""Kalau tidak buka baju, bagaimana aku bisa mengurut Ibu?" ucap Xian Ren santai, menyunggingkan senyum tipis tanpa beban. "Kalau aku memijat di atas kain, hasilnya tidak akan maksimal."Han Yu memegang bajunya, bibirnya gemetar. R
Last Updated : 2026-10-09 Read more