Teilen

63. Jebakan Informasi Palsu

last update Veröffentlichungsdatum: 07.10.2026 08:07:45

"Sebaiknya kita cari tempat aman dulu untuk membicarakan ini, Bu Mei," ucap Xian Ren.

Bu Mei mengangguk. Ia kemudian menghidupkan mesin mobil, lalu melaju meninggalkan sekolah.

Tak berapa lama, kendaraan itu berhenti di pinggiran danau kota yang cukup sepi.

Bu Mei tak sanggup lagi menahan air matanya. Tangisnya pecah seketika, dadanya terasa sesak saat mengingat intimidasi yang baru saja dialaminya.

"Aku tidak tahu harus bagaimana lagi, Han..." bisik Bu Mei dengan suara serak, air mata terus me
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • SISTEM GANDA: KEHIDUPAN KEDUA XIAN REN   63. Jebakan Informasi Palsu

    "Sebaiknya kita cari tempat aman dulu untuk membicarakan ini, Bu Mei," ucap Xian Ren.Bu Mei mengangguk. Ia kemudian menghidupkan mesin mobil, lalu melaju meninggalkan sekolah.Tak berapa lama, kendaraan itu berhenti di pinggiran danau kota yang cukup sepi.Bu Mei tak sanggup lagi menahan air matanya. Tangisnya pecah seketika, dadanya terasa sesak saat mengingat intimidasi yang baru saja dialaminya."Aku tidak tahu harus bagaimana lagi, Han..." bisik Bu Mei dengan suara serak, air mata terus menetes di wajahnya.Xian Ren menoleh, menatap wanita itu dengan tenang. "Coba cerita pelan-pelan, Bu Mei. Apa sebenarnya yang dikatakan Pak Choi sampai membuatmu menangis seperti ini.""Pak Choi marah besar karena aku menolak melanjutkan untuk memata-matai kamu, Han. Dia langsung mengancam akan memecatku dan memberikan sanksi non-aktif.""Hanya karena itu?" ucap Xian Ren, alisnya terangkat sebelah."Bukan cuma itu..." suara Bu Mei makin memelan, raut wajahnya diliputi ketakutan dan kecemasan. "Pa

  • SISTEM GANDA: KEHIDUPAN KEDUA XIAN REN   62. Ancaman Sanksi

    Han Yu sedang berbaring di dalam kamarnya siang itu. Ia masih terbayang dengan mimpi panasnya semalam. Setiap kali mengingatnya, jantungnya selalu berdegup kencang."Bagaimana mungkin aku bisa bermimpi seperti itu semalam?" gumamnya sangat pelan.Han Yu menghembuskan napas panjang, memejamkan matanya sejenak, kemudian membukanya kembali."Tapi mimpi itu benar-benar seperti kenyataan. Sentuhan tangan dari Han Lim... Rasanya sangat nyaman," Han Yu menggigit bibir bawahnya, lalu menggelengkan kepala. "Ah, tidak... Tidak... Aku tidak boleh berpikiran begitu. Dia itu putraku."Telepon rumah seketika berdering nyaring, membuat Han Yu tersentak dari lamunannya. Ia segera berdiri, lalu berjalan menuju ke ruang keluarga."Halo, dengan kediaman Han Yu di sini," ucap Han Yu, mengangkat panggilan telepon tersebut."Selamat siang, Nyonya Han Yu. Ini saya, Detektif Kang," suara Detektif Kang dari seberang telepon terdengar jelas."Ah, Detektif Kang! Apa ada perkembangan terbaru soal kasusnya?" tany

  • SISTEM GANDA: KEHIDUPAN KEDUA XIAN REN   61. Cumbu Mesra Di Ruang Guru

    Aroma wangi sup hangat dan tumisan sayur memenuhi udara dapur pagi itu. Han Yu sedang berdiri sambil menata lauk ke dalam piring. Gerakannya sesekali terhenti. Wajahnya tampak merona merah, dadanya berdebar-debar setiap kali ia mengingat tentang mimpinya semalam.Xian Ren berjalan menghampiri Han Yu dengan mengenakan seragam sekolah yang sudah rapi."Pagi, Bu. Apa ada yang bisa kubantu?" ucapnya pelan.Han Yu tersentak kaget, melirik sekilas ke arah pemuda itu, lalu buru-buru memalingkan wajahnya dengan cepat."P-Pagi, Han..." sahut Han Yu gugup, tangannya sedikit gemetar saat menaruh piring di meja makan. "T-Tidak usah, Ibu bisa sendiri..."Xian Ren menyunggingkan senyum tipis. Ia melangkah semakin dekat pada Han Yu. "Ibu kenapa mukanya merah begitu? Apa aku membuat Ibu gugup?""E-Eh? Tidak... Ibu cuma merasa sedikit kepanasan di sini."Xian Ren mengangguk pelan, ia menatap wajah ibu tirinya cukup dekat. "Tapi wajah Ibu pagi ini kelihatan segar sekali. Kulit Ibu juga semakin halus."

  • SISTEM GANDA: KEHIDUPAN KEDUA XIAN REN   60. Mimpi Sang Ibu Tiri

    Xian Ren telah memasuki alam mimpi Han Yu. Ia mendapati dirinya berdiri di dalam rumahnya sendiri. Suasana di sekitarnya terasa sangat sepi dan tenang. Ia melangkah menuju kamar ibu tirinya dan berdiri di depan pintu, menatap Han Yu yang sedang berbaring di atas kasur. Wanita itu hanya mengenakan baju tidur tipis yang mencetak jelas lekuk-lekuk tubuhnya yang mempesona.Han Yu menoleh ke arah Xian Ren. Wajah cantiknya seketika merona dan tampak canggung melihat kedatangan pemuda itu."H-Han. Ada apa malam-malam begini ke kamar Ibu?" ucap Han Yu, suaranya pelan dan sedikit gugup.Xian Ren berjalan mendekat lalu duduk di tepi ranjang, menatap ibu tirinya dengan pandangan hangat."Ibu kelihatan capek sekali. Aku cuma mau bantu memijat tubuh Ibu biar rileks."Han Yu dengan cepat menggelengkan kepala. "T-tidak usah, Han... Ibu tidak apa-apa. Kamu kembali saja ke kamarmu dan beristirahatlah.""Sudah, Bu, tidak apa-apa. Biar aku bantu membuat Ibu segar kembali.""T-tapi, Han...""Sudahlah. I

  • SISTEM GANDA: KEHIDUPAN KEDUA XIAN REN   59. Menuju Alam Mimpi

    Bibir mereka saling bertaut dalam ciuman panas di sofa ruang tamu. Napas keduanya memburu, saling memagut dengan gairah yang kian memuncak. Tangan pemuda itu bergerak naik dan meremas kedua payudara besar Bibi Hua dari balik dasternya. "Ahhhhhh... Han." Wanita itu mendesah pelan di sela ciuman mereka, sementara tangannya terus mengelus tonjolan batang Xian Ren dari luar celana. Terdengar suara ketukan dan panggilan dari pintu depan secara tiba-tiba. "Lian Hua... Apa kamu di rumah? Lian Hua." suara wanita memanggil dari luar. Xian Ren dan Bibi Hua tersentak kaget. Mereka buru-buru menyudahi permainan panas tersebut. "A-Ada orang datang, Han..." bisik Bibi Hua dengan napas terengah-engah, wajahnya merona merah. Ia langsung berdiri dan merapikan dasternya yang sempat tersingkap serta merapikan rambutnya yang acak-acakan. Xian Ren segera membetulkan celana dan kausnya sambil berusaha mengendalikan debaran dadanya. Bibi Hua melangkah menuju pintu seraya menyahuti panggilan itu.

  • SISTEM GANDA: KEHIDUPAN KEDUA XIAN REN   58. Bukti Yang Tidak Terbantahkan

    Yuze duduk di dalam ruang interogasi didampingi seorang pengacara pribadinya. Sementara Xue Fang sedang diperiksa sebagai saksi oleh penyidik di ruang sebelah. Detektif Kang meletakkan sebuah map tebal di seberang meja Yuze."Kita akan mulai interogasinya sekarang, Yuze," ujar Detektif Kang seraya menatap tajam pria itu.Pengacara Yuze langsung memotong pelan. "Detektif Kang, klien saya memilih menggunakan haknya untuk diam sebelum ada kejelasan mengenai bukti yang sah. Kami tidak akan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang bersifat spekulatif."Yuze menatap Detektif Kang seraya tersenyum meremehkan. "Benar, Detektif. Tanpa bukti yang jelas, Anda tidak berhak menahan saya di sini atas dugaan yang tak berdasar."Detektif Kang tertawa pelan, lalu membuka map di tangannya."Hak diam? Tentu saja, itu hak kalian," ucap Detektif Kang santai. Ia mengambil beberapa lembar foto dan dokumen, lalu menyejajarkannya satu per satu di atas meja."Ini rekaman CCTV yang kami dapatkan di dekat rumah Han

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status