Share

70. Malam Tanpa Ragu

Author: Tinta Terbang
last update publish date: 2026-10-15 07:21:57

"Ibu... Han. A-apa yang kalian berdua lakukan?!" ucap Yuan Rin dengan raut wajah curiga.

Wajah Han Yu seketika pucat pasi. Keringat dingin mulai membahasi pelipisnya. Mulutnya bergetar saat mengeluarkan suara.

"R-Rin... T-tadi..."

"Jangan salah paham, Kak Rin," potong Xian Ren cepat. Pemuda itu menatap kakak tirinya dengan raut wajah tenang seraya tersenyum tipis. "Aku tadi cuma membantu Ibu meniup debu yang masuk di matanya."

Yuan Rin berjalan mendekat ke arah mereka. Ia menyipitkan matanya,
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • SISTEM GANDA: KEHIDUPAN KEDUA XIAN REN   74. Jatuh Ke Dalam Pelukan

    Yuan Rin menarik napas saat Xian Ren melepaskan tautan bibir mereka. Dadanya naik turun tidak beraturan, matanya kini tampak sayu dan basah oleh emosi yang berkecamuk."Kenapa kamu tega melakukan ini padaku, Han?" bisik Yuan Rin dengan suara bergetar. Tangannya masih berada dalam genggaman pemuda itu.Xian Ren menatap gadis di hadapannya. Ia meletakkan satu tangan Yuan Rin ke pipinya. "Karena aku tidak bisa melihat Kakak terus-menerus menatapku dengan rasa benci seperti ini.""Aku memang benci padamu, Han!" gumam Yuan Rin pelan. "Aku benci melihatmu dengan Ibu. Aku benci melihatmu menyentuhnya, memeluknya...""Aku tahu," sela Xian Ren. Ia memajukan wajahnya lagi, menempelkan keningnya pada kening Yuan Rin. "Kak Rin bukan benci padaku. Kakak hanya cemburu. Kak Rin ingin berada di posisi seperti Ibu, kan?"Perkataan itu menghantam pertahanan terakhir Yuan Rin. Bibirnya gemetar, air mata mulai menetes membasahi pipinya. "Kamu jahat, Han... Kamu benar-benar jahat.""Maafkan aku, Kak," uca

  • SISTEM GANDA: KEHIDUPAN KEDUA XIAN REN   73. Topeng Cemburu

    Xian Ren, Yuan En, dan Shuling berjalan bersama menuju gerbang utama saat jam pulang sekolah.Mereka bertiga berjalan santai sambil saling bercanda dan membahas rencana belajar bersama untuk persiapan ujian akhir semester."Nanti malam jangan lupa kirimkan rangkuman materi sains yang kemarin, Han," ucap Yuan En seraya menoleh sambil tersenyum manis."Iya, tenang saja. Nanti setelah makan malam aku kirimkan ke grup," jawab Xian Ren pelan.Shuling menyenggol lengan Yuan En pelan. "Dari tadi minta perhatian terus sama Han Lim. Jangan-jangan kamu sengaja biar bisa kirim pesan malam-malam?""B-bukan begitu, Shuling," sahut Yuan En dengan wajah merona merah, membuat Xian Ren terkekeh kecil melihat kelakuan kedua teman perempuannya itu.Saat baru saja melangkah melewati gerbang sekolah, Ryu Wei dan keempat temannya sengaja berjalan memotong dari arah samping dan menabrak tubuh Xian Ren dengan keras, membuat Shuling yang berada di samping pemuda itu ikut tersenggol hingga terjatuh."Aduh!" ri

  • SISTEM GANDA: KEHIDUPAN KEDUA XIAN REN   72. Tuan Wei Puas

    "Menjijikan!" jerit Yuan Rin tertahan. Air mata mulai mengalir membasahi pipinya. "Aku benar-benar malu melihat kelakuan kalian berdua! Kenapa kalian bisa melakukan perbuatan hina seperti ini?! Kalian itu ibu dan anak!"Han Yu menatap Yuan Rin dengan raut wajah panik dan pucat. Ia berusaha bangkit seraya menutupi tubuh polosnya menggunakan selimut."Rin... Dengarkan penjelasan Ibu terlebih dahulu. Ini tidak seperti yang kamu bayangkan..." ucap Han Yu dengan suara serak dan terbata-bata. Jantungnya berdetak tidak karuan."Cukup, Bu! Tidak perlu mengatakan apa-apa lagi! Aku tidak mau dengar alasan apa pun dari mulut Ibu!" potong Yuan Rin seraya menatap Han Yu, lalu menatap Xian Ren dengan tatapan benci. "Dan kamu, Han... kamu bener-bener iblis! Aku benci kalian berdua!"Yuan Rin berbalik, lalu berlari menuju ke kamarnya di lantai atas. Suara pintu yang dibanting keras terdengar oleh mereka.Suasana kamar seketika menjadi hening, Han Yu seketika menangis, menyesali perbuatannya. Wanita i

  • SISTEM GANDA: KEHIDUPAN KEDUA XIAN REN   71. Apa Yang Kalian Lakukan?

    Begitu pintu kamar kembali tertutup, Han Yu langsung menarik kepala Xian Ren dan melumat bibir pemuda itu dengan kasar. Pemuda itu membalasnya sambil mencengkeram bokong padat ibu tirinya dengan kuat. "Ngghh... Ahhh..." erang Han Yu di sela ciuman mereka. Napasnya mulai memburu.Xian Ren melepaskan ciumannya secara perlahan. Ia menyeringai tipis, menatap ibu tirinya dengan pandangan menggoda."Apa kamu menyukainya, Bu? Ibu sangat menginginkan ini, kan?" tanya Xian Ren pelan.Han Yu tidak menjawab. Wanita itu langsung meraih tangan Xian Ren dan menariknya dengan cepat ke tepi ranjang. Ia mendorong tubuh pemuda itu hingga terduduk di tepi ranjang.Wanita itu kemudian membuka kancing celana Xian Ren, melepasnya, dan membuang celana itu secara asal-asalan. Ia menatap batang besar pemuda itu yang sudah menegang keras dengan raut wajah dipenuhi nafsu.Han Yu segera berlutut di lantai. Ia mengulurkan tangannya, lalu mengelus batang itu dengan lembut."Stttt, ahhh... Besar sekali punyamu, Ha

  • SISTEM GANDA: KEHIDUPAN KEDUA XIAN REN   70. Malam Tanpa Ragu

    "Ibu... Han. A-apa yang kalian berdua lakukan?!" ucap Yuan Rin dengan raut wajah curiga.Wajah Han Yu seketika pucat pasi. Keringat dingin mulai membahasi pelipisnya. Mulutnya bergetar saat mengeluarkan suara. "R-Rin... T-tadi...""Jangan salah paham, Kak Rin," potong Xian Ren cepat. Pemuda itu menatap kakak tirinya dengan raut wajah tenang seraya tersenyum tipis. "Aku tadi cuma membantu Ibu meniup debu yang masuk di matanya."Yuan Rin berjalan mendekat ke arah mereka. Ia menyipitkan matanya, menatap Han Yu yang tertunduk."Benar begitu, Bu?""I-Iya, Rin... A-ada debu yang masuk ke mata Ibu tadi," jawab Han Yu terbata-bata."Tapi kenapa kalian terlihat seperti pasangan yang ingin berciuman!" ucap Yuan Rin lagi. "Han Lim juga memegang tangan Ibu begitu mesra."Xian Ren tertawa pelan, menggelengkan kepalanya seraya menatap ke arah Yuan Rin. "Kak Rin jangan berlebihan. Mana mungkin aku mau mencium Ibu.""Jadi menurutmu... Aku yang salah lihat tadi?" sahut Yuan Rin dengan mata melotot. "

  • SISTEM GANDA: KEHIDUPAN KEDUA XIAN REN   69. Kepergok Yuan Rin

    Xian Ren berjalan santai menuju area kantin sekolah. Pandangannya menyapu sekeliling hingga menemukan sosok Shuling dan Yuan En yang sudah duduk di salah satu meja di bagian belakang. Ia menarik kursi kosong di meja tersebut, lalu duduk di hadapan kedua gadis itu."Maaf sedikit terlambat," ucap Xian Ren seraya tersenyum.Shuling dan Yuan En hanya diam. Mereka menatap Xian Ren dengan pandangan tajam dan penuh tanda tanya.Xian Ren menatap mereka dengan alis terangkat. "Kenapa kalian berdua menatapku seperti itu? Apa ada yang salah dengan wajahku?""Sebaiknya kamu jujur, Lim. Kenapa Bu Mei memanggilmu ke ruangannya tadi? Apa kalian berdua memiliki urusan yang sangat penting?""Iya, Han. Katakan kepada kami sejujurnya. Kenapa belakangan ini Bu Mei sering sekali memanggilmu. Bukan cuma sekali atau dua kali saja," timpal Yuan En.Xian Ren terkekeh pelan, menanggapi pertanyaan bertubi-tubi dari kedua gadis itu. "Bu Mei memanggilku untuk menanyakan nilai-nilaiku yang terus menurun dalam beb

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status