Keesokan paginya, saat perawat datang mengganti perban lukaku, Ibu masuk sambil membawa termos makanan.Aroma sup ayam yang familier langsung menyapa hidungku hingga membuatku terpaku sejenak.Sejak didiagnosis gagal jantung, semua yang kumakan selalu kumuntahkan lagi. Karena itu, setiap hari Ibu memasakkan berbagai macam sup untukku.Dulu, dia selalu duduk di samping ranjang, menyuapiku sesendok demi sesendok sambil menahan air mata.“Asal kamu bisa sembuh, Ibu pun rela mengurangi 10 tahun umurku.”Namun kali ini, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya justru ….“Jimat keberuntungan Layla tertinggal di kamarmu, ya?”Dadaku terasa sesak, “Tidak ada.”“Mana mungkin? Kemarin dia sempat menjengukmu. Begitu kembali, jimatnya langsung hilang.”Tanpa menunggu jawabanku, Ibu mulai membuka semua laci di kamar.Kotak obat, hasil pemeriksaan, sampai foto-foto masa kecilku, semuanya disingkirkan ke samping begitu saja. Salah satu botol obat jatuh ke lantai dan menggelinding ke bawah ranjang.A
Baca selengkapnya