เข้าสู่ระบบSetelah didiagnosis menderita gagal jantung, aku dan adik angkatku dirawat di rumah sakit pada waktu bersamaan. Namun, hanya ada satu donor jantung yang cocok. Demi memperebutkan kesempatan itu, kami berselisih selama 3 bulan penuh. Video saat aku mempertanyakan sikap pilih kasih orang tuaku di lorong rumah sakit bahkan tersebar di internet. Semua orang mencaciku sebagai perempuan egois dan kejam yang rela mengorbankan ikatan keluarga demi mempertahankan hidup. Sehari sebelum jadwal operasi ditetapkan, kakakku akhirnya datang menjengukku. Dia berdiri di ambang pintu dengan sorot mata penuh rasa tidak sabar. “Layla baru berusia 20 tahun. Hidupnya baru saja dimulai.” “Sejak kecil tubuhmu memang lemah. Kalaupun menjalani operasi, memangnya kamu masih bisa hidup berapa tahun lagi?” Aku bahkan belum sempat membuka mulut ketika ponselnya berdering. Dari seberang telepon, adik angkatku menangis sambil bertanya apakah diriku masih bersikeras tidak mau menyerahkan jatah itu padanya. Nada suara kakakku langsung melunak. Dengan sabar dia menenangkannya, “Jangan takut. Kakak ada di sini. Apa yang memang menjadi milikmu, tidak bisa direbut oleh siapa pun.” Saat kecil, ketika penyakit jantungku kambuh pertama kali, dialah yang menggendongku berlari sejauh 3 kilometer menuju rumah sakit. Waktu itu dia menggenggam tanganku sambil berkata, bahkan jika harus menukar nyawanya sendiri, dia akan tetap membuatku bertahan hidup. Namun kini, menatap wajah yang sangat akrab sekaligus terasa asing itu, tiba-tiba aku tidak ingin lagi memperebutkannya. Aku tersenyum tipis. “Baiklah, Kak. Jatah operasi itu ... aku tidak menginginkannya lagi.”
ดูเพิ่มเติมSetelah pemakaman selesai, ayah meminta Layla untuk pindah dari Keluarga Brown.Dia memberinya sebuah rumah dan sejumlah uang yang cukup untuk hidup, sebagai balas budi atas hubungan sebagai keluarga angkat selama bertahun-tahun.Ibu kembali membereskan kamarku.Dari gudang penyimpanan, dia menemukan piagam-piagam penghargaan semasa kecilku, kotak-kotak obat, dan boneka kelinci yang dulu diberikan kakakku.Salah satu telinga boneka itu sudah robek. Kakakku duduk di lantai, menjahitnya kembali dengan tangan yang canggung.Tiba-tiba dia teringat, setiap kali pergi ke rumah sakit, dulu aku selalu memeluk boneka itu, baru mau masuk ke ruang pemeriksaan.Namun belakangan mereka terlalu sibuk. Sampai-sampai tidak seorang pun menyadari bahwa selama dirawat di rumah sakit, aku bahkan tidak sempat membawa boneka kesayanganku.Sementara itu, Ayah membongkar seluruh album foto lama di rumah.Di setiap foto, aku selalu berdiri tepat di tengah.Namun setelah Layla datang ke Keluarga Brown, posisiku
Ibu tiba-tiba teringat pada operasi pertamaku saat berusia 3 tahun.Waktu itu dokter mengatakan risikonya sangat besar. Ibu memelukku sambil menangis semalaman di lorong rumah sakit.Saat aku didorong masuk ke ruang operasi, dia mengejar ranjangku hingga jauh, berkali-kali berkata akan menungguku di luar.Ayah juga pernah membatalkan semua pekerjaannya hanya untuk mengantar dan menjemputku sekolah.Suatu kali aku pingsan di kelas. Karena terlalu terburu-buru hendak menjemputku, dia bahkan mengenakan sepatunya secara terbalik.Kemudian kakakku … sejak kecil, dia selalu melindungiku sepenuh hati.Saat teman-teman mengejekku sebagai anak yang tidak pernah lepas dari obat, dia langsung menghajar mereka.Saat aku kambuh di tengah malam, dia menggendongku berlari sejauh 3 kilometer ke rumah sakit. Bahkan ketika lututnya terjatuh hingga berdarah, dia tetap tidak mau berhenti.Dulu ... mereka begitu takut kehilanganku.Lalu kenapa ... mereka tidak takut lagi?Ibu tersungkur di samping laci pen
Pisau kue di tangan ibu terlepas dan terjatuh ke lantai. Dia menatap kakakku dengan wajah tertegun.Bibir kakakku bergerak beberapa kali sebelum akhirnya berkata, “Rumah sakit bilang ... jenazah Claire belum ada yang mengambil.”Ibu sempat terpaku, lalu malah tertawa pelan.“Mana mungkin? Claire cuma pindah rumah sakit. Waktu usianya 18 tahun kondisinya jauh lebih parah dari sekarang, tetapi dia tetap bisa selamat, kan?”Wajah Ayah mengeras, “Ini pasti telepon penipuan. Kalau memang terjadi sesuatu di rumah sakit, kenapa baru menghubungi kita setelah setengah bulan?”Seolah teringat sesuatu, kakakku segera merogoh saku jaket yang beberapa kali dipakainya belakangan ini.Surat pemberitahuan kondisi kritis itu masih tersimpan di sana. Kertasnya sudah kusut karena diremas berkali-kali.Begitu melihat tulisan peringatan berwarna merah di atasnya, suara ayah langsung meninggi.“Kamu sudah menerima surat kondisi kritis ini, kenapa tidak menemui dokter?!”Kakakku membeku di tempat, “Kupikir d
Selama setengah bulan Layla dirawat di rumah sakit, tidak ada seorang pun yang benar-benar mencariku.Ayah hanya menyuruh asistennya mencari tahu keberadaanku.Yang berhasil diketahui sang asisten hanyalah aku sudah tidak lagi berada di bangsal semula. Dari situ, mereka langsung menyimpulkan bahwa aku telah pindah ke rumah sakit lain diam-diam.“Dia sengaja menghindari kita.”Ayah membolak-balik berkas rencana pemulihan Layla dengan wajah dingin.“Dia pikir dengan begini kita akan merasa bersalah karena memilih melepaskannya.”Namun, Ibu diam-diam merasa gelisah, “Saat Claire pergi, kondisinya masih kritis. Apa dia benar-benar sanggup mengurus proses pindah rumah sakit sendirian?”Ayah tidak menjawab.Kakakku berdiri di dekat jendela, menatap layar percakapanku dalam diam.Pesan terakhir yang dia kirim adalah pertanyaan mengapa aku tidak mau memberikan gelang itu kepada Layla.Layla segera menggenggam tangan Ibu. Matanya memerah saat bertanya pelan, “Kak Claire ... masih menyalahkanku,






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.