Perumpamaan Dimitri agak canggung, tetapi berhasil menenangkan sisa-sisa kecemasan terakhir di hati Julia. Ujung bibirnya terangkat membentuk senyuman tipis. Ini adalah senyuman tulus pertamanya sejak ayahnya sadarkan diri."Semoga kata-katamu jadi kenyataan," kata Julia.Pada saat itu, pintu ruang rawat terbuka pelan. Ibu Julia yang matanya masih memerah, menyembulkan kepala. "Julia, ayo masuk, Ayah mau ketemu sama kamu.""Iya, Bu," jawab Julia cepat. Dia menganggukkan kepala secara sopan pada Dimitri. "Aku masuk dulu ya, sampai jumpa.""Sampai jumpa lagi!" Dimitri melambaikan tangan, menatap punggungnya yang bergegas masuk. Di balik topi bisbolnya, matanya berkedip pelan lalu bergumam, "Namanya cantik sekali."Ucapan Dimitri seolah benar-benar membawa keberuntungan.Kondisi kesehatan ayahnya makin membaik dari hari ke hari, sementara kehidupan Julia kembali dipenuhi oleh kesibukan perusahaan.Lingkungan baru dan tantangan baru, membuatnya mengubur seluruh emosi masa lalu rapat-rapat
Read more