"Aku tidur di kamar tamu malam ini," ucap Satria datar usai merapikan kotak P3K."Lagi?!” protes Prameswari “Mas… kamu sudah pergi selama satu minggu lebih. Apa kamu tidak merindukanku?" rengeknya.Suara manja itu terdengar janggal di telinga Satria. Wanita di hadapannya ini biasanya selalu memelihara gengsi tinggi, egois, dan cenderung meledak-ledak. Perubahan sikap yang tiba-tiba ini justru menghidupkan sinyal waspada di kepala Satria."Kamu butuh istirahat, Prames," balas Satria dingin, berniat berbalik."Tapi aku mau malam ini bersamamu, Mas..."Prameswari berdiri, lalu tanpa ragu melucuti pakaian atasnya hingga hanya menyisakan pakaian dalam tipis. Perutnya yang mulai sedikit membuncit terpampang di bawah remang lampu kamar. Wanita itu meraih jemari Satria, membimbingnya untuk mengusap permukaan kulit perutnya."Anak kita… dia rindu padamu..." bisik Prameswari, mencoba membawa tangan Satria merayap lebih rendah.Namun, tepat saat jemarinya menyentuh area perut bawah Prameswari, te
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-09-04 อ่านเพิ่มเติม