Kasur di kamar tamu itu berderit pelan saat Satria merebahkan tubuh Nismara yang masih basah. Tanpa bersuara, Satria meraih handuk kering di atas sandaran kursi, lalu mengusap perlahan sisa air yang menetes di bahu, dada, hingga lipatan paha Nismara. Gerakannya teratur dan cermat, namun cengkeraman tangannya di kulit gadis itu tetap terasa sekeras besi.Ia lalu mengambil toples salep kecil dari atas meja, mengoleskan tipis-tipis cairan dingin itu ke ruam merah di pergelangan tangan Nismara—bekas luapan air panas tadi sore."Sakit yang kuberi di ranjang itu berbeda, itu… kenikmatan milik kita," gumam Satria rendah, ibu jarinya meratakan salep dengan tekanan lembut namun tegas. "Orang lain di rumah ini tidak punya hak menyentuh atau melukaimu, walau cuma bekas goresan." Nismara menatap pria yang berbaring miring di sampingnya, berbagi selimut tebal yang sama. Jemari Nismara terulur menyusuri rahang tegas Satria, membiarkan pria itu menyembunyikan wajah di ceruk lehernya. "Ndoro Den be
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-09-11 อ่านเพิ่มเติม