Tatapan curiga Satria terus mengekor, bahkan ketika Sakala sudah berpamitan dan melangkah keluar dari vila. Rasa tidak suka yang membakar dadanya membuat atmosfer ruang makan malam itu terasa makin membeku.Tak sanggup terus-terusan berada di bawah intimidasi itu, Nismara buru-buru menyelesaikan pekerjaannya. Ia menunduk dalam-dalam, meminta izin pergi, lalu bergegas menaiki tangga menuju kamar di lantai dua untuk mengunci diri.Namun, sebelum pintu kamar beraroma pinus itu tertutup rapat, sebuah telapak tangan besar menahannya.Nismara tersentak pelan, mundur satu langkah sebelum jemarinya bergerak cepat membentuk bahasa isyarat.‘Ndoro Den, selamat istirahat. Saya juga mau istirahat.’"Kamu utang penjelasan padaku, Nismara," ucap Satria datar. Suaranya rendah dan dalam, menuntut kejujuran dari gadis di depannya. Nismara menatapnya dengan raut bingung yang dibuat sangat polos, jemarinya kembali bergerak ragu. ‘Maksud Ndoro Den apa?’Satria menyunggingkan senyum sinis, melangkah mend
Last Updated : 2026-08-28 Read more