"Siapa pun kamu, keluar!" bentak Satria.Pria itu berdiri di ambang pintu gubuk, dadanya bertelanjang dengan kedua tangan bersedekap, menatap lurus ke arah kegelapan rimbunnya pepohonan. Sunyi. Hanya desis angin malam yang menyapu dedaunan kering."Keluar, atau aku yang ke sana!" ulangnya, suaranya rendah dan penuh tekanan.Tak lama kemudian, semak-semak berkresek pelan. Dua sosok melangkah keluar dari kegelapan—Budhe Murni dan suaminya, Pak Karyo. Wajah keduanya pucat pasi. Begitu melangkah ke area tanah terbuka, mereka langsung berlutut di hadapan Satria."Maafkan kami, Ndoro Den… maafkan kami. Kami datang atas perintah Ndoro Ayu," cicit Karyo dengan tubuh gemetar karena ketakutan."Apa yang dia inginkan?" tanya Satria dingin."Ndoro Ayu meminta kami memastikan tempat keberadaan Ndoro Den dan Nismara," jawab Karyo pelan, tak berani mendongak.Kening Satria berkerut tipis. Matanya menyipit, mengunci dua sosok di bawahnya. "Mustahil kalian bisa menemukan tempat ini kalau tidak tahu se
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-09-20 อ่านเพิ่มเติม