Tidak ada keraguan. Tidak ada lagi sisa-sisa moralitas remaja atau batasan dunia terang yang selama ini mengurung Atlas Mahardika.Saat bibir mereka akhirnya bertemu, tidak ada kelembutan klise layaknya romansa picisan anak sekolahan. Sentuhan itu adalah sebuah hantaman absolut. Sebuah proklamasi kepemilikan yang kasar, menuntut, dan dipenuhi oleh gairah gelap yang selama ini tertidur di dalam diri Atlas.Mata Vea membelalak untuk sepersekian detik saat bibir pemuda itu melumat bibirnya. Udara di paru-parunya seakan dirampas secara paksa. Atlas tidak meminta izin; ia mengambil kendali sepenuhnya. Tangan kirinya menelusup kuat ke tengkuk Vea, menahan kepala gadis itu agar tidak bisa menghindar, sementara tangan kanannya yang tadi menangkup rahang kini turun, mencengkeram pinggang ramping Vea yang hanya terbalut keringat dan udara dingin.Vea, pembunuh bayaran yang terbiasa mencabut nyawa tanpa berkedip, untuk pertama kalinya dalam hidupnya merasa dilumpuhkan.Rasa
Last Updated : 2026-09-20 Read more