"Eh?" Irma tersentak kaget, dengan cepat merebut ponselnya dari genggaman Andra. Ia membolak-balik layar sebentar, lalu menatap suaminya polos. "Oh... Ini, Bang... Ibu nyuruh aku bantu-bantu di dapur katering Pak Yosep. Gak apa-apa, kan?" Andra terdiam beberapa detik, mengamati raut wajah istrinya lekat-lekat. Memang tidak ada yang mencurigakan dari kalimat singkat di layar itu, dan Andra pun tahu betul kalau dulu ibu mertuanya memang sering dipanggil bantu-bantu di dapur katering milik Pak Yosep. "Ya udah, gak apa-apa, Dek," jawab Andra akhirnya seraya mengangguk pelan. "Iya, Bang," sahut Irma tersenyum lega, lalu menggeletakkan kembali ponselnya di sisi tempat tidur. Irma kemudian merapatkan kembali tubuhnya, memeluk erat pinggang Andra dan menyandarkan kepalanya di dada bidang sang suami. "Tidur yuk, Bang... Udah malam, besok Abang harus kerja lagi." Keesokan paginya saat mereka sedang menikmati sarapan bersama, ponsel Andra berdering nyaring. Ponsel layar sentuh itu men
Last Updated : 2026-08-09 Read more