"Pak Andra!" panggil Indri melongokkan kepalanya dari balik daun pintu yang terbuka sedikit. "Yaa? Kenapa, Mbak?" tanya Andra mendongak, menjauhkan pandangannya dari layar ponsel. "Nanti malam ada drop paket dua wingbox, sekitar jam 10 malam. Nanti Bapak saya dampingi untuk prosesnya dan tracing-nya ya, Pak," terang Indri mengangguk sopan. "Oh gitu? Oke, oke, Mbak," sahut Andra manggut-manggut. "Ummm... kalo siang ini Bapak mau pulang dulu gak apa-apa, nanti jam 9-10 malam standby di sini, Pak," tambah Indri mengulas senyum tipis. "Iya, Mbak, makasih yaa," balas Andra. "Sama-sama, Pak," sahut Indri ditarik mundur badannya sembari menyapu rapat pintu kayu itu kembali. "Yailaahh... bete lagi gue ini, seharian dong..." gerutu Andra menghempaskan punggungnya keras-keras ke sandaran kursi.Setelah cukup lama jemarinya menari di atas keyboard memeriksa berkas laporan lama dan mengulik sistem operasional gudang, Andra menyandarkan tubuhnya. Tak butuh waktu lama baginya untuk beradapta
Last Updated : 2026-08-23 Read more