Ayah selesai memberikan keterangan di kantor polisi dan menandatangani berita acara. Setelah itu, dia pulang ke rumah yang kini kosong dengan langkah berat.Segala sesuatu di rumah masih sama seperti sebelumnya.Di kamarku, pakaian masih terlipat rapi. Di atas meja belajar masih tergeletak tugas yang belum selesai kukerjakan. Di dinding masih tertempel gambar keluarga yang kubuat, tetapi putri kecilnya itu tidak akan pernah bisa kembali lagi.Hati Ayah dipenuhi penyesalan dan amarah yang tidak ada habisnya.Andai ibuku tidak memercayai robot itu, andai mereka tidak mengabaikanku, andai Shania tidak membohongiku, aku juga tidak akan mati.Tepat pada saat itu, Shania keluar dari kamar seperti biasa, bahkan dia menyapa sambil tersenyum manis, "Ayah, Kakak sudah meninggal, kelak akulah satu-satunya putri kalian.""Aku lebih pintar, lebih penurut, lebih unggul, aku nggak akan berbohong, nggak akan buat Ibu marah, aku bisa menemani kalian sampai selamanya."Suara Shania terdengar manis dan d
Read more