LOGINIbuku adalah doktor AI terkemuka. Tidak lama setelah aku lahir, ibuku secara khusus menciptakan seorang adik perempuan AI untukku. Ibuku mengatakan, adik AI itu dibekali sistem pendeteksi kebohongan paling akurat di dunia. Kalau aku berbohong, dia pasti bisa tahu. Sejak saat itu, adik AI menjadi hakim yang menentukan nasibku. Setiap kali dia mengeluarkan peringatan, sekalipun aku tidak berbohong, ibuku tetap menampar dan mengurungku di ruangan sempit dan gelap. Aku pernah membela diri, juga pernah melawan. Namun, ibuku tetap yakin bahwa AI ciptaannya tidak mungkin melakukan kesalahan. Sejak itu, ibuku makin yakin bahwa aku memang pembohong. Pada Hari Anak Nasional, untuk pertama kalinya ibu mengajakku dan adik pergi ke taman hiburan. Saat melihat tempat bungee jumping yang setinggi puluhan meter, aku menekan dadaku yang nyeri luar biasa sambil menggelengkan kepala. Adik AI menampilkan laporan data dengan ekspresi dingin, "Detak jantung Kakak yang nggak normal disebabkan karena dia sedang berbohong. Hasil pemindaian seluruh tubuh menunjukkan kondisinya sehat." Wajah ibuku langsung muram, lalu menarik telingaku sambil menyeretku sampai di area bungee jumping. "Masih berani bohong! Kamu harus lompat hari ini!" Ketika tubuhku mulai melayang, jantungku terasa seperti diremas, rasa sakitnya membuatku sulit bernapas. Penglihatanku makin kabur, tetapi ibu masih terus memarahiku karena sifat suka berbohongku tidak berubah. Air mata bercampur darah mengalir dari sudut mataku. 'Ibu, kali ini aku benaran nggak bohong.' 'Aku sudah mati, kelak nggak akan bisa bohong lagi.'
View MoreSetelah meninggalkan mimpi Ibu, aku kembali ke tepi Jembatan Moza di alam baka.Penjaga alam baka menatapku, lalu tersenyum hangat sambil tertawa."Nak, pergilah bereinkarnasi. Di kehidupan selanjutnya, kehidupanmu akan lebih baik dan bahagia seumur hidup."Setelah makan sup, aku masuk ke pintu reinkarnasi. Dalam sekejap, kesadaranku pun menghilang.Ketika sadar kembali, aku mendapati diriku berada dalam pelukan yang hangat dan lembut.Terdengar suara seseorang bersenandung lembut di dekat telingaku. Aroma susu yang samar tercium di ujung hidungku.Aku membuka mata dan melihat wajah seorang wanita yang lembut dan cantik. Dia sedang tersenyum menatapku, sorot matanya penuh cinta."Nak, kamu sudah bangun, ya? Anak kesayangan Ibu."Inilah ibuku di kehidupan yang baru. Ibuku adalah seorang wanita lembut, baik hati, yang mencurahkan seluruh perhatiannya padaku.Keluarga baruku sangat sederhana, hanya ada Ayah, Ibu, dan aku. Aku adalah anak tunggal.Orang tuaku bukan orang yang berpendidikan
Pada akhirnya, pengadilan menjatuhkan hukuman kepada Ibu atas tindak pidana penganiayaan terhadap orang yang berada di bawah perwaliannya dan kelalaian yang menyebabkan kematian. Atas beberapa tindak pidana tersebut, Ibu dijatuhi hukuman penjara selama sepuluh tahun.Pada hari pembacaan putusan, Ibu mengenakan seragam tahanan. Rambutnya sudah memutih dan wajahnya tampak sangat kusut. Tidak ada lagi sedikit pun keceriaan dan wibawa yang dulu terpancar darinya.Setelah mendengar putusan tersebut, dia hanya menatap kosong ke langit-langit ruang sidang. Air mata mengalir tanpa suara, sementara bibirnya terus bergumam, "Nancy, Ibu bersalah padamu … Ibu bersalah padamu …."Ibu kemudian dibawa pergi oleh petugas dan dimasukkan ke penjara, memulai kehidupan panjang di balik jeruji besi.Penjara yang dingin dan sunyi ini akan menjadi tempatnya menyesali dosa sepanjang hidupnya.Setelah menyelesaikan semua urusan yang tersisa, ayahku menjual rumah yang dipenuhi kenangan menyakitkan itu. Dia juga
Ayah selesai memberikan keterangan di kantor polisi dan menandatangani berita acara. Setelah itu, dia pulang ke rumah yang kini kosong dengan langkah berat.Segala sesuatu di rumah masih sama seperti sebelumnya.Di kamarku, pakaian masih terlipat rapi. Di atas meja belajar masih tergeletak tugas yang belum selesai kukerjakan. Di dinding masih tertempel gambar keluarga yang kubuat, tetapi putri kecilnya itu tidak akan pernah bisa kembali lagi.Hati Ayah dipenuhi penyesalan dan amarah yang tidak ada habisnya.Andai ibuku tidak memercayai robot itu, andai mereka tidak mengabaikanku, andai Shania tidak membohongiku, aku juga tidak akan mati.Tepat pada saat itu, Shania keluar dari kamar seperti biasa, bahkan dia menyapa sambil tersenyum manis, "Ayah, Kakak sudah meninggal, kelak akulah satu-satunya putri kalian.""Aku lebih pintar, lebih penurut, lebih unggul, aku nggak akan berbohong, nggak akan buat Ibu marah, aku bisa menemani kalian sampai selamanya."Suara Shania terdengar manis dan d
Di ruang interogasi kantor polisi, suasananya sangat tegang hingga buat orang sesak napas.Ibuku duduk di kursi interogasi dengan kedua tangan diborgol. Rambutnya berantakan, tatapannya kosong. Dia sudah tidak lagi terlihat seperti seorang doktor yang selalu tampil anggun dan berwibawa seperti dulu.Petugas dari bagian teknis masuk sambil membawa laporan pemeriksaan. Wajahnya tampak muram saat melemparkan dokumen itu ke atas meja."Nyonya Erna, lihat baik-baik laporan pemeriksaan ini! Robot AI yang katanya sempurna, ternyata hanyalah robot pembohong."Ibuku perlahan mengangkat kepalanya. Tatapannya yang kosong jatuh pada laporan tersebut.Satu demi satu kalimat mengerikan terbaca di depan matanya, membuat sekujur tubuhnya menggigil.Laporan itu dengan jelas menyatakan, sejak awal program inti pemantauan kondisi tubuh Shania sudah mengalami kesalahan serius pada koneksi kabel.Shania tidak pernah benar-benar terhubung dengan data tubuhku. Entah itu detak jantung, suhu tubuh, tekanan dar






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.