Tepat jam delapan malam, Mahesa menjemput Tiara. Mereka masuk ke dalam mobil.Sejak kedatangan Karina, pikiran Tiara tertuju pada Mahesa. Dia takut jika ucapan Karina ada benarnya, mengenai Mahesa yang malu tentang dirinya.Mahesa menoleh ke arah Tiara."Ada yang mengganggu pikiran kamu?"Tiara tersentak, lalu wajahnya berubah tersenyum."Ah tidak ... Hanya saja aku ingin bertanya boleh?"Mahesa membenarkan duduknya. "Ada apa, cerita sama aku,Ra."Tiara menatap Mahesa lekat, lalu menghela napas panjang. "Apa kamu malu jika aku bekerja sebagai pelayan cafe?"Mahesa mengerutkan kening."Siapa yang bilang? Memangnya aku terlihat malu jika kamu bekerja?"Tiara menggeleng pelan."Tidak ada, itu hanya pikiranku saja."Mahesa menggenggam lengan Tiara."Ra, aku tidak merasa malu dengan pekerjaan yang sedang kamu lakukan. Yang ada, aku yang harusnya malu pada diri sendiri karena kamu jadi bekerja lagi seperti ini."Tiara membalas genggaman Mahesa."Kamu sudah berusaha bertanggung jawab sebagai suami
Last Updated : 2026-09-19 Read more