Jadi….Sambil gemetaran, aku menopang tubuhku yang lemas dan menghadap ke arah jendela.Kemudian, aku mengulurkan tangan, perlahan-lahan melucuti gaun tidurku yang sudah ternodai cairan tubuh sampai ke pergelangan kaki, menyingkapkan tubuhku yang merona.Ujung jariku menelusuri tubuhku, seolah-olah memberikan panduan bagi mata si penonton. Meluncur dari pergelangan kaki ke atas, melewati lutut, paha bagian dalam dan akhirnya… perlahan-lahan merenggangkan kedua kakiku.Area sensitifku sudah sangat basah dan lengket. Jariku yang gemetaran mengusap sebagian cairan itu, lalu mengoleskannya ke mainan tersebut.Mainan di tanganku terasa agak hangat. Aku menunduk menatapnya, lalu mendongak, menatap lurus ke arah teropong di kejauhan.Setelah itu, aku melahapnya masuk perlahan-lahan.“Ah….”Kali ini, suaraku tak lagi ditahan. Aku mendesah tanpa ragu, menghadapkan wajahku yang memerah ke arah si pengintip di seberang sana.Intensitas getarannya semakin lama semakin tinggi. Aku gemetaran di atas
Baca selengkapnya