Short
Bermula Dari Teropong Malam Itu

Bermula Dari Teropong Malam Itu

By:  WendyCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
11Chapters
3views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Ketika lensa teropong dari apartemen seberang itu mengunci posisiku, aku sedang meringkuk di atas ranjang, tubuhku gemetaran akibat ulah mainan kecil itu. Begitu menyadari bahwa diriku sedang diintip, rasa panik pun menyerangku, tapi gelombang kenikmatan dan gairah yang begitu dahsyat langsung menyapu bersih semuanya. Aku mencapai klimaks di bawah tatapan hangat itu, membuatku terlihat berantakan, seolah-olah tatapan itu yang sedang meraba dan mempermainkanku. Aku pun melakukan hal paling nekat sepanjang hidupku. Menghadap langsung ke arah pandangan hangat di kejauhan itu, aku perlahan-lahan merenggangkan kakiku, memperlihatkan padanya bagaimana tubuhku melahap mainan tersebut. Namun, diriku yang saat itu sama sekali tak tahu. Bahwa di masa depan, aku bakal berkali-kali terperosok ke dalam sensasi kehilangan kendali yang memabukkan karena tatapan ini.

View More

Chapter 1

Bab 1

Namaku Susan. Aku punya sebuah rahasia yang sulit diungkapkan sejak kecil.

Aku mengidap kelainan hiperseksual. Sejak masa kuliah, hari-hariku mulai tenggelam dalam rasa geli tak bisa dijelaskan.

Awalnya hanya rasa debar yang samar. Lama-kelamaan, rasa geli akibat hasrat yang tak terpenuhi itu berubah menjadi siksaan perlahan yang menggerogoti kewarasanku. Saat aku menyadarinya, hasrat ini telah merasuki kehidupanku sehari-hari.

Setiap sentuhan yang tak sengaja akan mendatangkan sensasi sengatan listrik yang luar biasa. Aku menjadi begitu sensitif, hampir tak sanggup menghadapi kontak dekat.

Pada akhirnya, bahkan tatapan mata saja sudah bisa membuatku merasa seolah-olah sedang dipermainkan… aku benar-benar tak berdaya dan hanya bisa menggunakan mainan untuk meredakannya.

Di permukaan, aku tampak penuh pesona, tapi tak seorang pun tahu seberapa basah, lengket dan penuh nafsunya yang tersembunyi di balik gaunku yang tampak rapi.

Aku hampir gila.

Begitupun dengan hari ini. Aku menyeret tubuhku yang lemas tersiksa kenikmatan untuk pulang ke rumah, mandi seadanya, lalu membenamkan diri ke atas ranjang yang empuk.

Gorden jendela tak tertutup rapat, lampu-lampu kota menyelinap masuk melalui celah, mewarnai kamarku dengan rona jingga hangat yang ambigu.

Aku meringkuk di bawah cahaya, mengambil mainan kecil dan menempelkannya ke bagian bawah tubuhku yang sudah geli kesepian sejak tadi.

Begitu tombolnya ditekan, getaran halus langsung menyerang ke dalam tubuh bagaikan aliran listrik.

“Hm….”

Kenikmatan seperti sengatan listrik langsung menyebar ke seluruh tubuh. Seluruh badanku gemetar, napasku terengah-engah dan semua pikiranku berubah menjadi erangan terputus-putus. Suara yang kutahan terlalu lama lolos begitu saja dari tenggorokan, terdengar manis dan menggoda.

Aku mendongakkan kepala, satu tangan mencengkeram ranjang dan satu tangannya lagi menggenggam mainan, lalu perlahan-lahan mendorong masuk.

Sensasi bagian dalam yang perlahan-lahan penuh membuatku agak kewalahan. Sambil menggigit bibir, aku dengan canggung memainkan benda itu, membiarkannya bergerak liar di dalam tubuh demi memuaskan bagian-bagian yang kehausan.

Kerinduan yang telah lama terbendung meluap seperti gelombang pasang, membuatku tak kuasa mengeluarkan desahan lirih sambil menggoyangkan pinggang.

Namun… itu masih belum cukup, aku masih merasa kosong.

Sensasi tubuh yang telah terpancing, tapi gagal terpuaskan sepenuhnya itu membuatku nyaris runtuh.

Kenapa? Kenapa aku masih terus merasa haus? Pikiranku menjadi kosong. Tindakanku sendiri dalam memainkan mainan ini ibarat meminum racun demi menghilangkan rasa haus, yang malah membuat gairah panas itu semakin membara.

Aku menggeliat gelisah, hampir gila karena gelombang kenikmatan.

Di tengah kesadaran yang kabur, aku membuka mata yang dibasahi air mata, menatap kosong keluar jendela.

Tiba-tiba, aku menyadari ada sesuatu yang aneh.

Di lantai paling atas gedung apartemen seberang yang lebih tinggi, sebuah kilatan cahaya redup tiba-tiba melintas dalam kegelapan.

Aku terdiam.

Itu adalah lensa teropong.

Ada orang yang sedang mengintip!

Aku terkejut, tubuhku reflek meringkuk.

Jantungku berdebar kencang di dalam dada, tapi setelah rasa panik itu mereda, aku mulai menyadari keanehan lain.

Aku tanpa sadar merapatkan kedua kakiku. Area di sana baru saja menciut karena terkejut, mendorong keluar benda yang tadinya menyangkut di bagian intimku.

Saat ini… area tersebut basah kuyup, menandakan bahwa saat momen penuh ketakutan tadi, tubuh ini telah mencapai klimaksnya.

Aku menatap titik cahaya itu, menggigit bibir, merasakan sesuatu yang lebih dari sekadar rasa malu….

Yaitu bergairah.

Gairah yang tak wajar dan hampir membuat sekujur tubuhku gemetar.

Tatapan itu terasa bagaikan sentuhan fisik nyata yang mendarat di atas tubuhku, memancing api baru di area yang penuh kekosongan dan membakar sisa-sisa kewarasanku.

Ada orang yang sedang melihatku.

Ada orang yang sedang memantauku melalui teropong, menyaksikan rupaku yang paling liar saat ini.

Setidaknya untuk saat ini… ada orang lain yang ikut berbagi hasrat ini bersamaku.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
11 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status