Alessia menatap pesan itu berulang kali. *Broto benar. Tapi dia tidak tahu satu hal—aku tidak pernah bekerja sendiri.* Ia menunjukkan layarnya pada Adrian tanpa berkata apa-apa. Broto ikut membaca dari balik bahu putranya, dan untuk pertama kalinya sejak masuk ke rumah itu, wajahnya benar-benar kehilangan ketenangannya. “Siapa maksudnya ‘tidak bekerja sendiri’?” tanya Marlena, suaranya bergetar. “Entah,” jawab Alessia. “Tapi dia ingin kita tahu ada orang lain.” Adrian mengetik sesuatu di ponselnya, mengirim tangkapan layar pesan itu ke Reza. Balasan datang hanya dalam hitungan detik. *Sedang saya lacak. Tunggu sebentar.* Mereka menunggu dalam diam. Broto duduk kembali di sofa, kali ini tanpa sisa kewibawaan yang tadi ia bawa masuk. Ia menatap tangannya sendiri, seolah mencoba mengingat sesuatu yang sudah lama ia kubur. “Ayah,” kata Adrian akhirnya, “kalau memang ada yang bekerja bersama Damar, siapa yang paling mungkin?” Broto tidak langsung menjawab. “Ada satu nama,” katany
Last Updated : 2026-08-19 Read more