Alessia membaca pesan itu berulang kali, mencoba mencari makna di balik kalimat yang terasa personal, bukan sekadar ancaman bisnis seperti sebelumnya.“Bagian dari keluarga kami?” gumamnya. “Maksudnya apa?”Adrian mengambil ponsel itu dari tangannya, membaca pesan yang sama dengan dahi berkerut. “Ini bukan Damar. Damar baru saja mengaku di depan kamera, dan nadanya berbeda—dia bicara soal anaknya, bukan soal ditolak jadi bagian keluarga.”“Berarti orang lain,” kata Cassandra, mondar-mandir di ruang tamu apartemen. “Orang ketiga.”Ponsel Adrian berdering di tengah kekacauan itu. Adrian menjawabnya cepat, menempelkannya ke telinga.“Reza, ada apa?”“Pak Adrian, saya baru bicara dengan tim yang menjaga Pak Broto,” jawab Reza, suaranya terdengar terburu-buru. “Mereka menemukan sesuatu di ruang kerja Bapak Anda—sepucuk surat lama yang ditulis tangan, tersembunyi di balik foto keluarga di mejanya.”“Surat apa?”“Ditujukan untuk seseorang bernama Herman,” jawab Reza. “Tapi bukan surat kerja.
Last Updated : 2026-08-25 Read more