Sabtu pagi itu, langit kota masih diselimuti kabut tipis ketika ponsel Jihan berdering nyaring di atas nakas.Dengan mata yang masih setengah terpejam, gadis itu meraba-raba layar dan mengangkat panggilan tersebut. Suara serak Kalandra yang hangat langsung menyapa telinganya, membawa desir halus di dadanya."Pagi, Sayang. Udah bangun?" sapa Kalandra lembut di seberang sana."Baru aja. Kenapa, Ndra? Tumben pagi banget teleponnya? Hari ini kan kamu libur shift pagi," gumam Jihan, suaranya masih serak khas orang bangun tidur."Siap-siap ya. Pakai baju yang tebal, jaket, sama sarung tangan kalau ada. Tiga puluh menit lagi aku sampai di depan rumah kamu."Jihan mengernyitkan dahi, seketika duduk tegak. Rasa kantuknya menguap. "Hah? Mau ke mana pagi-pagi buta gini, Ndra?""Nanti kamu juga tahu. Jangan lama-lama dandannya, Jihan cantik," kekeh Kalandra pelan sebelum mematikan sambungan secara sepihak.Tiga puluh menit kemudian, Jihan keluar dari gerbang r
Dernière mise à jour : 2026-08-19 Read More