Lampu belakang mobil Bara perlahan menghilang di balik tikungan jalan, meninggalkan Marvin yang masih berdiri mematung di ambang pintu garasi. Tangannya disilangkan di depan dada, sementara matanya menyipit tajam menembus kegelapan malam, seolah masih berusaha memastikan keamanan putrinya dari jarak jauh.Jihan bersandar pada kusen pintu, menatap punggung lebar suaminya dengan senyum geli. Ia melangkah mendekat, melingkarkan kedua lengannya dari belakang, dan menyandarkan pipinya di punggung Marvin yang kokoh."Dia sudah pergi, Vin. Jangan ditatap terus jalannya, nanti aspalnya bolong," goda Jihan, suaranya mengalun lembut di tengah heningnya malam ibu kota.Marvin menghela napas panjang. Postur tubuhnya yang tegang perlahan mengendur. Ia berbalik, merengkuh Jihan ke dalam dekapannya, lalu menenggelamkan wajahnya di puncak kepala sang istri."Gue mendadak merasa tua, Han," gumam Marvin dengan suara seraknya. "Rasanya baru kemarin gue mandiin Aria, ngebersihin no
Dernière mise à jour : 2026-09-23 Read More