Aksa tersenyum tipis. “Ternyata benar kau, Na’im.” Na’im menatapnya beberapa saat seolah memastikan orang di hadapannya benar-benar Aksa. Daging di mulutnya buru-buru ditelan sebelum ia berdiri dan berjalan cepat mendekat. “Aksa!” Tanpa banyak bicara, Na’im langsung memeluknya erat. Aksa sempat terdiam, lalu menepuk punggung lelaki itu pelan. Na’im melepaskan pelukannya, tetapi kedua tangannya masih bertahan di bahu Aksa. Tatapannya menyapu wajah dan tubuhnya hingga ke ujung kaki. “Kukira kau mati bersama Tuan Barqan.” “Aku beruntung masih bertahan hidup, Na’im.” Aksa mengembuskan napas pelan. “Walaupun dikejar serangga beracun, sempat jatuh ke lubang yang cukup dalam, hampir dimakan Ghazzr, lalu reruntuhan makam nyaris menguburku hidup-hidup.” “Kau bertemu Monster Ghazzr?” Tatapan Na’im berhenti sesaat pada Katar yang tergantung di pinggang Aksa. Seolah baru teringat sesuatu, ia kemudian melihat potongan daging yang masih berada di tangannya. “Oh iya... ini makananmu?” Na’im
Última atualização : 2026-09-06 Ler mais