“Apa yang ada di dalam ruangan itu, Ketua?” tanya Aksa.“Oh, itu tempat kami mengolah monster hasil buruan.” Rasyad membuka pintu itu. “Masuklah. Kau perlu tahu apa saja yang harus diperhatikan seorang pemburu.”Begitu pintu terbuka, bau amis darah langsung menyergap Aksa. Ia spontan menutup hidung dengan punggung tangan, tetapi bau tajam itu telanjur masuk hingga ke tenggorokan. Perutnya terasa tidak nyaman. Ia menelan ludah, menahan rasa mual, lalu melangkah masuk dengan hati-hati.Meja-meja batu memenuhi ruangan. Bangkai monster tergeletak di atasnya, sebagian sudah dikuliti, sementara para pekerja sibuk memisahkan daging dari tulang. Bunyi pisau beradu dengan tulang terdengar dari salah satu meja. Tak jauh dari sana, seorang pekerja mengangkat potongan daging yang masih berlumuran darah dan memasukkannya ke dalam bak besar.Aksa memalingkan wajah. Ia pernah melihat monster dibunuh, tetapi menyaksikan tubuh mereka dipotong-potong seperti ini terasa berbeda.Wah, baunya hampir sama
Última atualização : 2026-10-24 Ler mais