"Hor'laq... apa yang terjadi?"Katar di tangan Aksa bergetar hebat. Guratannya menyala merah, sementara getaran dari bilahnya menjalar hingga ke lengan."Maaf, Bocah. Aku terpaksa menyerap Prana dari ledakan tadi. Kalau tidak, kau bisa terluka lebih parah."Aksa menatap bilah katar. "Jadi, senjata ini bisa menyerap Prana?""Nanti dulu, Bocah!" bentak Hor'laq. "Prana yang kuserap terlalu banyak. Kalau dibiarkan, Jalur Pranamu bisa rusak!""Terus aku harus bagaimana?""Sebagian sudah kugunakan untuk menyembuhkan lukamu," sahut Zhar'ak.Cincin di jarinya terus berpendar kehijauan.Aksa melirik bahu kirinya, lalu sisi tubuh yang tadi terserempet belati. Luka bakar dan sayatan di sana sudah menutup. Rasa sakitnya pun menghilang."Tapi masih ada sisanya," lanjut Zhar'ak. "Kau harus segera mengendalikannya."Tiba-tiba, Prana yang mendesak di lengan kanan Aksa berbelok. Guratan Rajah Kecepatan di punggung tangan kanannya menyala terang. Cahaya itu menjalar ke tangan kiri, lalu turun hingga ke
Última atualização : 2026-11-06 Ler mais