Tapi Radin tentu tidak langsung memasukan torpedo gedenya, dia menggantikannya dengan mulutnya, hingga Retno makin menggeliat, antara geli dan nikmaat tiada tara.“Arggghh...akuuuuhh keluar syaaaaaiiii!” seru Retno dan...crett...crettt...crettt.Radin berdiri sebentar, melepas celananya. Rudalnya langsung melonjak keluar, tegang, urat-uratnya jelas, ujungnya sudah mengkilap karena precum.Ia naik ke atas Retno, menyangga tubuhnya dengan satu tangan, tangan satunya memegang si rudal, menggesek-gesekkan kepala jamurnya yang besar ke bibir memek yang basah, naik-turun, membasahi batang dengan cairan Retno.Lalu, dengan satu hentakan dalam, ia menembus masuk sampai mentok.“Aahhh… fuuuck…” desah Retno panjang, kuku-kukunya mencengkeram punggung Radin.Radin tidak memberi waktu untuk beradaptasi. Ia langsung menggenjot keras, pinggulnya menghentak cepat dan dalam, suara basah “plak-plak-plak” memenuhi kamar setiap kali pantat mereka bertumbukan.Rudalnya keluar hampir penuh lalu ditusukkan
Last Updated : 2026-10-08 Read more