Dengan cepat, Radin memutar otak, memasang raut wajah agak meringis sambil memegangi pelipisnya untuk meyakinkan aktingnya."Hadeuh, maaf banget, Soraya. Gara-gara kecelakaan hebat kemarin itu... otak aku rasanya masih banyak yang eror," sahut Radin cepat, melempar senyum kecut sebagai tameng.Mendengar alasan itu, raut protes di wajah Soraya seketika luluh, digantikan oleh rasa cemas yang teramat sangat. Ia menggeser duduknya menjadi lebih dekat, menatap lekat-lekat kedua mata Radin."Ih, iya ya... benturan kemarin kan parah banget," gumam Soraya lembut, tangannya kembali terulur mengusap pipi Radin penuh perhatian. "Kamu beneran nggak apa-apa kan, Sayang? Otak kamu nggak eror-eror amat kan sampai lupa jalan pulang?"Radin memaksakan sebuah senyuman lebar untuk menenangkan wanita di depannya. "Nggak kok, nggak separah itu. Memori aku cuma agak kepotong-potong aja di beberapa bagian. Makanya, aku mungkin butuh banyak istirahat kale ya sekarang," sahut Radin lagi, mencoba menyudahi obro
最終更新日 : 2026-10-23 続きを読む