Perlahan, ia berdiri, lututnya masih sedikit goyah. Tangan Aeri seolah menunggu di sana, siap menopang.Tepat saat tubuh kepala pelayan itu tegak sepenuhnya—PLAK!Tamparan itu mendarat telak, kepala wanita tua itu terpelintir ke samping. Suaranya menggema, memantul di dinding ruang baca yang sunyi.Hening. Kepala pelayan itu berdiri kaku, satu tangan menutupi pipinya yang memerah, matanya melebar karena syok.“Kau pikir,” Aeri menurunkan tangannya perlahan, suaranya kembali datar seperti semula. “Air mata dan pujian murahan bisa membuatku lupa apa yang sudah kau lakukan?”“Ny-Nyonya, tolong,” kepala pelayan itu kembali menunduk, kali ini lebih rendah, tangannya meraih ujung lengan baju Aeri, mencengkeramnya erat. “Saya janji, saya akan perbaiki semuanya. Saya bisa jadi mata dan telinga Nyonya di rumah ini. Saya tahu semua rahasia pelayan lain, saya bisa—”Aeri memutar bola matanya malas, lalu menghela napas.Aeri menatap tangan itu sesaat. Tanpa peringatan, ia meraih pergelangan tang
最終更新日 : 2026-08-30 続きを読む