Leo yang tadinya terdiam lama, akhirnya bicara. Tapi yang keluar bukan jawaban.“Kenapa kau ada di sini, Ivy?”Aeri mengernyit. “Aku tanya, Leo. Di mana mereka, dan apa kau barusan berusaha membunuhku?”Leo membuka mulut, lalu menutupnya lagi. Rahangnya bergerak, seperti mengunyah kata-kata yang tidak pernah sampai keluar.Senjata di tangannya perlahan turun, ujungnya kini menyentuh ke lantai.“Kau dengar aku, kan?” Aeri melangkah maju satu kali, matanya tidak lepas dari wajah Leo. “Atau kau butuh aku ulang sekali lagi?”Leo mundur setengah langkah, refleks, bukan pilihan. Punggung tangannya menyeka sesuatu di pelipisnya sendiri, meski di sana tidak ada apa pun untuk diseka.“Kau seharusnya tidak di sini,” katanya, akhirnya, suaranya lebih pelan dari sebelumnya, hampir seperti memohon. “Pulang.”“Pulang?” Aeri hampir tertawa, tapi yang keluar hanya embusan napas kasar. “Kau kira aku akan pulang begitu saja setelah melihat ini?”Ia mengangkat ikat rambut Cella tinggi-tinggi, menggantun
最終更新日 : 2026-09-14 続きを読む