“Leo?”Semua mata di ruangan itu berpaling ke ambang pintu.“Ivy?” Leo dan Noah menyerukan nyaris bersamaan.Keduanya bergerak dalam waktu yang sama, melangkah cepat mendekati Aeri.“Kau seharusnya tetap di kamar, Ivy,” ujar Leo, tangannya nyaris terulur sebelum di tarik kembali.“Ivy, bagaimana keadaanmu?” Noah menyusul di sisi lain, matanya memeriksa wajah Aeri dari atas ke bawah.“Aku baik-baik saja, tidak ada yang perlu di khawatirkan,” jawab Aeri akhirnya.Di kursi, Olivia menyaksikan itu semua tanpa bergerak. Jemarinya perlahan mengepal di atas pangkuan, kukunya menekan telapak tangan sendiri.Ada sesuatu yang mengganjal di dadanya, asing, tidak ia sukai. Cara Noah bergerak begitu cepat, cara matanya tak lepas dari wanita itu di ambang pintu.“Olivia? Kau juga datang ke sini?” Aeri menoleh, baru menyadari kehadirannya.Olivia tersenyum, seperti biasanya. “Bagaimana keadaan, Kakak?”Aeri menatap senyum itu sedikit lebih lama dari seharusnya. Ada yang janggal dari senyum itu, terl
Last Updated : 2026-09-30 Read more