Udara di dalam kamar tempat Liona dirawat terasa kian mengimpit. Aroma antiseptik yang tajam, deru halus pendingin ruangan, serta selang infus yang menggantung kaku di samping ranjang menjadi pemandangan yang amat membosankan bagi Liona.Sudah beberapa hari dia terkurung dalam dinding-dinding dingin tersebut, dan kejenuhan yang menumpuk perlahan mengikis kesabarannya.Liona menyandarkan punggungnya di tumpukan bantal. Wajahnya masih pucat, dipadukan dengan lingkaran hitam tipis di bawah matanya.Tapi, ada binar pemberontakan yang jelas terpancar dari iris matanya saat Tante Meri melangkah masuk membawa mangkuk bubur hangat."Ma... Liona mau pulang," cetus Liona tanpa basa-basi. Suaranya memang masih lemah, tetapi nada bicaranya begitu tegas.Tante Meri menghentikan langkahnya sejenak, menaruh mangkuk di atas meja lalu menghela nafas panjang. Dia duduk di kursi kayu samping ranjang, menatap putrinya dengan sorot mata yang penuh dengan kecemasan seorang ibu."Liona, jangan mulai l
Last Updated : 2026-08-24 Read more