Upacara kelulusan selesai. Semua orang berjalan kembali.Bahkan baru setelah Sherly mengingatkan, Ayah, Ibu, dan Rian akhirnya teringat padaku."Alya, kamu kok pergi-pergi sendiri, sih."Aku tidak menjawab. Aku langsung masuk ke mobil tanpa menggubris mereka. Duduk di baris paling belakang.Mereka tidak peduli. Begitu masuk mobil, langsung bersemangat membahas universitas dan jurusan."Sherly, kamu sama Rian bareng di Universitas Nusa Bangsa, ya. Ada dia yang jagain kamu, kami jadi tenang."Sherly mengangguk dengan pipi merah.Soal pilihan jurusan, Ayah dan Ibu beda pendapat sampai sempat berdebat.Akhirnya, mereka memutuskan untuk mendengarkan pilihan Sherly sendiri."Sherly itu pintar, punya pendirian, nggak seperti Alya. Sherly nggak pernah bikin kami khawatir."Aku tidak berkata sepatah pun dari tadi.Hampir sampai rumah, baru mereka menyadari keberadaanku di baris paling belakang.Ibu bertanya, "Alya, kamu mau gimana?"Belum sempat aku menjawab, Rian sudah buka suara lebih dulu.
Read more