Jaya terdiam, karena kalimat itu sama seperti pesan terakhir Ardhan kepadanya untuk jangan menjadi senjata.Namun ada sesuatu yang lebih besar di balik semuanya.Jaya mendekati Arya. "Kalau begitu siapa yang membunuh Ayah?"Arya mengangkat wajah. "Aku tidak tahu,”Sekar tiba-tiba berkata. "Dia tahu!”Semua orang kembali menoleh padanya. Sekar menunjuk Arya. "Dia tahu siapa yang datang malam itu,”Arya membeku. "Nenek…?”"Kamu melihatnya,” kata Sekar. "Aku masih kecil,” jawab Arya. "Tapi kamu mengingatnya,” imbuh Sekar. Arya menutup matanya dan napasnya mulai berat, potongan kenangan lama seolah dipaksa keluar dari tempat terdalam dalam pikirannya.Malam, api, suara pedang. Ardhan yang berdiri di depan sebuah pintu, Ratna menangis dan seorang lelaki berdiri di belakangnya.Arya memegang kepalanya. "Jangan…?"Jaya memegang bahunya. "Arya,”"Aku tidak mau mengingatnya,” kata Arya. "Kalau itu kebenaran tentang Ayah…," Jaya menatapnya. "...kita harus menghadapinya,"Arya membuka matan
Zuletzt aktualisiert : 2026-10-03 Mehr lesen