“Kalau aku menyuruhmu lari…,” perintah Jaya. “A– aaku tidak akan lari,” jawab Ratri. Jaya tersenyum tipis. “Jawabanmu selalu saja sama,”“Karena pertanyaanmu selalu sama,”kata Ratri.Mereka pun berdiri berdampingan, pedang dan keris terhunus secara bersamaan. Di hadapan mereka pula, para pendekar berjubah merah itu mulai turun dari tebing satu persatu. Di tangan Jaya, masih ada gulungan pesan terakhir ayahnya yang menjadi satu-satunya petunjuk menuju kebenaran.Namun Jaya belum tahu satu hal, jika di antara para pendekar yang datang malam itu, ada seseorang yang mengenali Ratri.Seseorang yang tahu bahwa Ratri Wulan bukanlah sekadar putri seorang guru padepokan, bahkan rahasia tentang asal-usul Ratri akan menjadi senjata paling berbahaya yang dimiliki Surya Raksa. Kabut di Lembah Watu Ireng semakin menebal, ada belasan pendekar berjubah merah berdiri di atas tebing dan mengelilingi Jaya, Ratri juga Ki Lembu Wira.Lambang matahari yang dililit naga terlihat jelas pada dada mereka.
Last Updated : 2026-08-12 Read more