Pada sampulnya terukir lambang tiga cakar, yaitu kitab pusaka. Jaya menatap kitab itu, lalu menatap lelaki yang membawanya.Wajah Jaya langsung pucat, bukan karena ia mengenali lelaki itu sebagai musuh. Melainkan karena lelaki tersebut adalah orang yang selama ini berdiri di sisi mereka, membantu mereka untuk mencari kebenaran.Orang yang mengetahui hampir semua rahasia keluarga Wulung, orang yang bahkan telah mereka lindungi ketika Persekutuan memburu mereka.Lelaki itu berhenti beberapa langkah dari Jaya, kemudian tersenyum. “Maaf, Jaya!” Ia membuka kitab tersebut. “Seharusnya kamu tidak pernah sampai sejauh ini!”Malam seolah kehilangan suaranya dan Jaya masih berlutut, menopang tubuh Surya Adinata yang terluka parah. Darah lelaki tua itu merembes melalui pakaian, jatuh perlahan ke tanah yang sejak tadi sudah dipenuhi retakan.Di hadapan mereka, seorang lelaki berdiri sambil memegang kitab hitam. Yaitu kitab pusaka, lambang tiga cakar terukir jelas pada sampulnya.Jaya menatap waj
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-09-28 อ่านเพิ่มเติม