Brak! Ratri terlempar.“Ratri!” teriak Jaya, kemudian ia berlari.Namun sebelum ia mencapai tangan Ratri, perempuan itu tiba-tiba berdiri sendiri. Bahkan matanya berubah, tatapan Ratri menjadi kosong.Tubuhnya langsung memancarkan cahaya berwarna putih, membuat semua orang berhenti.Ki Jagat Wening membelalak. “Tidak…,”Raka menatap Ratri dengan penuh tanda tanya. “Apa yang terjadi?”Kemudian Ki Jagat menjawab pelan. “Darah Kitab Arus Naga telah terbangun,”Lalu Jaya mendekati Ratri. “Ratri,”Tidak ada jawaban dan cahaya putih itu semakin terang, kemudian sebuah suara perempuan terdengar dari mulut Ratri.Suara yang bukan milik Ratri. “Wira… jangan biarkan mereka menemukan Gerbang Watu Langit!”Jaya membeku sesaat. “Ibu?”Ratri membuka matanya, tapi kini matanya memancarkan cahaya putih. “Jaya…,”Suara itu kembali terdengar. “Ayahmu masih hidup,”Jaya menahan napasnya. “Di mana?”“D– ddia menunggumu,” kata suara itu.“Di… Benteng Watu Langit?” tanya Jaya. Hening! Kemudian suara itu
Huling Na-update : 2026-08-23 Magbasa pa