Membuat Mahesa mengerutkan keningnya. “Apa yang lucu?”“Aku hanya baru sadar,” ucap Jaya. “Apa?” tanya Mahesa. “Surya Raksa yang mengirimmu ke sini karena dia tidak cukup berani untuk datang sendiri,” ucap Jaya dengan tatapan sinisnya. Seketika Wajah Mahesa berubah.Kemudian Jaya melanjutkan pembicaraannya. “Dia takut pada apa yang akan terjadi jika aku membaca pesan ayahku,”Mahesa mengangkat pedangnya. “Jangan bermain-main!”“Aku tidak bermain-main,” tukas Jaya. Kemudian Jaya melempar gulungan bambu itu ke tanah, lalu Mahesa memberi isyarat kepada anak buahnya dan salah seorang pendekar mengambilnya.“Buka!” perintah Mahesa. Gulungan itu akhirnya dibuka, tapi isinya kosong. Membuat mata Mahesa membelalak.“Mustahil,” pekik Mahesa. Jaya hanya tersenyum. “Pesan yang asli tidak pernah ada di dalamnya,”Mahesa langsung menyadarinya. “Di mana?”Jaya mengangkat tangannya, terlihat sebuah potongan kecil bambu terselip di antara jarinya.“Di sini,” ucap Jaya. Nyi Sekar Arum tersenyu
آخر تحديث : 2026-08-20 اقرأ المزيد