Semua orang langsung menatap Jaya. Bahkan Wira langsung menggeleng. “Jayaa!” “Kita datang bukan untuk menyerahkan diri!” jelas Jaya lalu menunjuk peta itu. “Kita datang untuk melihat siapa yang memimpin mereka,”Arya tersenyum. “Dan juga mencari kelemahan mereka,”Bima ikut mengangguk. “Kita akan masuk ke sarang musuh!”Jaya menatap mereka. “Benar,”Ratna terlihat cemas. “I– iini terlalu berbahaya,”Jaya menghampirinya. “Ibu,” Ratna menatap putranya. “Aku sudah kehilangan terlalu banyak waktu karena rahasia ini,”Jaya menggenggam tangan Ibunya dengan erat. “Kali ini aku ingin menghadapi semuanya dengan mata terbuka,”Ratna menangis pelan. “Kalau begitu pulanglah Nak,”Jaya pun mengangguk. “Aku akan pulang Bu, tenanglah,”___Sebelum berangkat, Jaya berdiri di tepi tebing.Ratri datang menghampirinya. “Kamu belum tidur?”“Tidak bisa Ratri,” ucap Jaya. “Kamu takut?” tanya Ratri. “Sedikit,” kata Jaya lalu memandangi Ratri. Ratri berdiri di sampingnya. “Baguslah,”Jaya langsung meno
Zuletzt aktualisiert : 2026-09-01 Mehr lesen