“Lalu?” tanya Jaya. “Kadang waktu hanya menunggu kita untuk cukup kuat demi memahami kenapa sesuatu itu bisa terjadi,” kata Ratri. Jaya tersenyum. “Kamu selalu punya jawaban Ratri,”“Tidak!” Ratri menggeleng. “Aku hanya tidak ingin melihatmu terus menyalahkan dirimu sendiri,”Jaya memandangnya. “Ratri.”“Hmm?” gumam Ratri. “Kalau semua ini selesai…,” tanya Jaya. “Ya?” jawab Ratri. “Aku ingin hidup sederhana,” kata Jaya. Ratri pun tersenyum. “Seperti apa?”“Rumah yang kecil,” kata Jaya. “Lalu?” tanya Ratri. “Ada halaman,” kata Jaya. “Lalu?” tanya Ratri. “Beberapa pohon,” kata Jaya. “Lalu?” tanya Ratri kembali. Jaya kemudian berpikir sesaat. “Emm, tidak ada pedang,”Ratri pun tertawa kecil. “Mustahil!”“Kenapa?” tanya Jaya. “Karena kamu tidak bisa memasak,” ucap Ratri. Jaya terdiam. “Aku bisa belajar,”“Dan kalau gagal?” tanya Ratri. “Kamu yang memasak,” kata Jaya. Kemudian Ratri memukul lengan Jaya dengan pelan. “Dasar pendekar malas!”Jaya langsung tertawa.Tawa mereka
Zuletzt aktualisiert : 2026-09-06 Mehr lesen