Anak itu kemudian mengangguk. “I– iiya, seorang lelaki tua,”“Seperti apa wajahnya?” tanya Jaya kembali. Anak itu lalu menggeleng dengan ketakutan. “Dia memakai topeng,”“Topeng apa?” tanya Jaya. “T-- toopeng naga,” ucap anak tersebut. Jaya lalu berdiri dan memandangi sekitar dengan wajah yang serius. Ratna menatapnya dengan serius. “Prabu Angkara,”Kemudian mereka kembali meninggalkan desa setelah memastikan anak itu aman, tapi perjalanan menjadi jauh lebih berbahaya lagi. Menjelang sore, mereka sampai di sebuah jembatan batu. Di seberangnya sudah berdiri belasan pendekar.Bima Sagara berada paling depan.Jaya langsung mencabut pedang. “B– bbima?”Bima mengangkat tangannya. “Tenanglah,”Wira menatapnya dengan tajam. “Kamu mengikuti kami?”“Aku mengikuti jejak Dewan Sembilan,” ungkap Bima lalu ia memandang Jaya. “Dan aku membawa sebuah kabar,”“Apa?” tanya Jaya. “Bahwa ada empat perguruan telah berbalik melawan Persekutuan,” jelas Bima. Raka pun tersenyum. “Bagus kalau begitu,”
Zuletzt aktualisiert : 2026-08-29 Mehr lesen