Home / Pendekar / Bangkitnya Pendekar Terbuang / Bab 44. Raja yang Bangkit Dari Kegelapan

Share

Bab 44. Raja yang Bangkit Dari Kegelapan

Author: RKamila
last update publish date: 2026-08-31 17:25:03

Kini Jaya dan Arya saling berpandangan. “Berarti kami yang membangunkanmu?”

“Benar sekali!” ucap Raja Raksa.

Jaya pun kemudian mengangkat pedangnya.

“Kalau begitu aku akan mengembalikanmu ke tempat asalmu lagi,”

Raja Raksa langsung tertawa. “Hahaha! Beran sekali!”

Kemudian Raja Raksa mengangkat satu tangannya dan membuat gelombang tenaga dalam langsung menghantam Jaya.

Duarrrr!

Hingga membuat Jaya terlempar begitu saja.

“Jayaaa!” Ratri berteriak dan segera berlari.

Untungnya Arya bergerak le
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Bangkitnya Pendekar Terbuang   Bab 45. Naga Langit Dari Watu Kembar

    Jaya menggenggam pedangnya dengan sangat erat. “Siapa namanya?”Raja Raksa pun menjawab dengan suara yang gemetar. “N-- naaga Langit!”Ruangan itu mendadak berubah sunyi, bahkan suara napas para pendekar seolah lenyap ditelan kegelapan.Di hadapan mereka, Prabu Angkara tidak lagi tampak seperti manusia yang mereka kenal.Bayangan hitam sudah menyelimuti seluruh tubuhnya, bahkan rambutnya terangkat diterpa tenaga yang tidak berasal dari angin. Kedua matanya menyala merah, sementara dari belakang punggungnya muncul sebuah bayangan menyerupai dua sayap yang besar.Namun yang paling mengerikan bukanlah perubahan tubuhnya, melainkan senyum di wajahnya.Senyum seseorang yang akhirnya memperoleh apa yang telah ditunggu-tunggu selama ratusan tahun.Jaya menggenggam pedangnya dengan erat.“Ja– jjadii… kamu Naga Langit?”Makhluk di dalam tubuh Angkara itu menatap Jaya. “Nama hanyalah sebutan manusia!” suaranya bergema. “Aku telah ada sebelum kerajaan pertama berdiri! Sebelum perguruan pertam

  • Bangkitnya Pendekar Terbuang   Bab 44. Raja yang Bangkit Dari Kegelapan

    Kini Jaya dan Arya saling berpandangan. “Berarti kami yang membangunkanmu?”“Benar sekali!” ucap Raja Raksa. Jaya pun kemudian mengangkat pedangnya. “Kalau begitu aku akan mengembalikanmu ke tempat asalmu lagi,”Raja Raksa langsung tertawa. “Hahaha! Beran sekali!”Kemudian Raja Raksa mengangkat satu tangannya dan membuat gelombang tenaga dalam langsung menghantam Jaya.Duarrrr!Hingga membuat Jaya terlempar begitu saja. “Jayaaa!” Ratri berteriak dan segera berlari.Untungnya Arya bergerak lebih cepat, ia berhasil menangkap tubuh adiknya sebelum menghantam ke dinding.“Kamu baik-baik saja?” tanya Arya. Jaya pun terbatuk. “Sedikit!” Arya membantu Jaya untuk kembali berdiri.“Jangan lawan dia dengan kekuatan biasa!”“Lalu harus bagaimana?” tanya Jaya. “Dia leluhur kita,” ucap Arya. Jaya pun mengangkat alisnya. “Jadi?”Kemudian Arya tersenyum. “Kita gunakan darahnya,”Ratri mendekati mereka. “A– aapa maksudmu?”Arya pun menjawab. “Kekuatan Raja Raksa berasal dari darah Watu Kembar,

  • Bangkitnya Pendekar Terbuang   Bab 43. Dua Pewaris Watu Kembar

    Prabu Angkara kemudian berkata. “…ritual akan segera dimulai!”Tiba-tiba saja setelah ucapan Prabu itu, tanah yang berada di bawah kaki Jaya retak seketika. Sebuah lingkaran besar pun ikut muncul, bahkan simbol naga mulai terbentuk di lantai.Arya langsung menarik tangan Jaya untuk mundur. “Jangan berdiri di dalam lingkaran ituu!”Sayangnya sudah terlambat, cahaya berwarna hitam itu berhasil melilit kaki Jaya.Ratri sedang mencoba sekuat tenaga untuk menarik Jaya, tapi tangan bayangan itu muncul dan menghalanginya. “Jayaaa!”Jaya pun langsung mengangkat pedangnya. “Ratri, mundur!”“Aku tidak akan meninggalkanmu sendiri Jaya!” teriak Ratri. “Bagus sekali!” Prabu Angkara pun tersenyum lalu ia mengangkat kedua tangannya. “Darah pewaris pertama!”Seketika Arya tiba-tiba terangkat ke udara. “Aaaarrrggghhh!”Seketika itu pula cahaya putih keluar dari tubuh Arya. “Dan darah pewaris kedua bertemu!” kata Prabu. Jaya mulai merasakan bahwa tubuhnya mulai terbakar. “Aaaah!”Ratri berteriak. “B

  • Bangkitnya Pendekar Terbuang   Bab 42. Darah Kedua Telah Bangun

    Wira langsung mengangguk. “Dia benar!”Namun Surya Raksa malah tertawa pelan. “Tidak ada yang akan pergi!”Surya kemungkinan mengangkat tangannya, hingga membuat dinding ruangan itu terbuka. Seketika puluhan pendekar muncul dari balik lorong.Bima langsung maju dan berteriak. “Kita terjebak!”Lalu Arya memutar pedangnya. “Tidak!”Ia berdiri di samping Jaya. “Kita punya jalan keluar!”Jaya menatapnya dengan serius. “Di mana?”Arya kemudian menunjuk pada lantai yang mereka pijak.“Di bawah kita!”Pertempuran kembali pecah, Bima dan Raka menahan pasukan yang menuju pada mereka. Sedangkan Laras membantu Ratna.Wira yang menghadapi Surya, sementara Jaya dan Arya berdiri berdampingan. Dua saudara yang baru saja mengetahui hubungan darah mereka, beberapa saat yang lalu.Arya melirik Jaya. “Kamu menggunakan jurus apa?”“Arus Naga!” ucap Jaya. Arya terdiam sesaat. “Jurus itu?”“Kenapa?” tanya Jaya. “It– iitu jurus andalan ayah,” kata Arya. Jaya pun langsung terkejut. “Ardhan yang mengajarkan

  • Bangkitnya Pendekar Terbuang   Bab 41. Pewaris yang Hilang

    “Belum waktunya Jaya,” ucap Ardhan. Jaya pun mengangkat pedangnya. “Aku sudah muak selalu mendengar kalimat itu!”Ardhan hanya tersenyum tipis. “Kalau begitu… silahkan kamu cari sendiri jawabannya,”Tubuh Ardhan pun mulai memudar.Jaya melangkah maju. “T-- tuungguuu!”“Aku tidak bisa terus berada di sini Jaya,” kata Ardhan sebelum menghilang. “Ardhan!” teriak Jaya. Bayangan itu berhenti dan dengan cepat Jaya bertanya kembali. “Apakah kamu benar-benar ayahku?”Ardhan menatapnya cukup lama kemudian ia menjawab. “Darahmu adalah darahku,”Seketika tubuhnya menghilang begitu saja, Jaya berdiri sendirian sembari menatap telapak tangannya.“Darahku…?” Jaya bertanya-tanya. Kemudian terdengar suara ledakan dari atas, Jaya langsung berlari menuju ke permukaan.___Di ruang batu tempat Ratri berada, cahaya putih masih memenuhi ruangan. Batu berwarna hitam yang digunakan untuk ritual telah retak.Surya Raksa terlempar ke dinding, tapi ketika ia bangkit, wajahnya justru memperlihatkan sebuah

  • Bangkitnya Pendekar Terbuang   Bab 40. Darah Penjaga Telah Bangun

    “Kalau kalian ingin mengujiku…,” Jaya pun tersenyum lalu ia melangkah turun. “…aku akan memilih jalan yang tidak kalian siapkan!”___Sementara itu di sisi lain, Ratri membuka matanya, ia melihat ke arah sekelilingnya ternyata ia sedang berada di dalam sebuah ruangan batu. Dengan kedua tangannya yang terikat dengan erat. Di depannya sudah berdiri seorang Surya Raksa. “Kamu sudah bangun?”Ratri menatapnya dingin. “Di– ddimana Jaya?”“Masih dalam perjalanan!” ucap Surya. “Kamu menyakitinya?” tanya Ratri. “Tidak!” Surya mendekat. “Aku justru ingin dia tetap hidup!”“Untuk dijadikan Raja Bayangan?” tanya Ratri. Surya pun langsung tertawa. “Bukan!”Lalu Surya meletakkan sebuah benda di meja yaitu gelang milik Ratna.Ratri langsung menatap tajam. “Dari mana kamu mendapatkannya?”“Tentu saja dari ibumu!” kata Surya. “Bohong!” sental Ratri. “Tidak!” Surya pun menggeleng. “Ratna memang yang memberikannya kepadaku,”Ratri terdiam sesaat. “Kenapa?”“Karena dia tahu sesuatu yang tidak kamu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status