Helikopter yang mereka tumpangi mendadak berguncang hebat saat Adrian membanting kemudi ke kanan. Tubuh Kalea terhempas ke samping, sementara brankar Nata bergeser beberapa sentimeter dari posisinya. Di balik kaca kabin, helikopter hitam tanpa identitas terus membayangi mereka, memotong jarak udara dengan kecepatan mengerikan."Adrian! Mereka semakin dekat!" teriak Kalea panik sembari memeluk tubuh Nata agar tidak terlempar dari brankar.Adrian tidak menyahut. Rahangnya mengeras, keringat membasahi pelipisnya. Tangannya bergerak cepat menekan tombol panel kendali, berusaha mengaktifkan sistem pengalih radar darurat."Kita tidak punya pilihan lain! Bertahanlah, Lea!" bentaknya.Helikopter hitam di belakang mereka tiba-tiba menembakkan suar cahaya yang menyilaukan. Kilatan putih memenuhi kaca belakang, membuat pandangan Kalea seketika buram.Ia memejamkan mata rapat-rapat. Dadanya terasa sesak oleh rasa takut dan mual yang bercampur menjadi satu. Namun, di tengah kepanikan itu, jemari N
Last Updated : 2026-08-24 Read more