Miko gumam, "Aneh, biasanya jalan nggak seramai ini tengah malam." Nata mengangkat pandangan, "Apa penyebabnya?" Lalu Miko jelasin, "Sepertinya ada barikade polisi di depan." "Tuan Arkananta, jalan di depan ditutup total oleh barikade polisi!" teriak Miko dari kursi kemudi. Nata secara refleks memperbaiki posisi duduknya yang sempat terdorong akibat rem mendadak. Wajahnya yang tadi menegang kembali tenang dalam sekejap. Dia menoleh ke arah Kalea yang sudah gemetar hebat."Maafkan supirku yang ceroboh, Lea. Kamu tidak apa-apa?" Suara Nata kembali lembut, seolah bisikan mengerikannya tadi hanya angin lalu. Kalea menggeleng cepat, napasnya memburu pendek. "S-saya tidak apa-apa, Tuan Nata. Sampai di sini saja, gang rumah saya sudah dekat."Nata tersenyum tipis, jenis senyum yang tidak mencapai mata. "Baiklah. Hati-hati di jalan, Lea. Sampai bertemu esok hari." Kalea mengangguk pelan lalu bergegas keluar mobil. Dia berlari kecil menembus sisa rintik hujan tanpa berani menoleh lagi ke
Last Updated : 2026-08-12 Read more