Kesadaran Kalea kembali secara perlahan, namun rasa kebas akibat sengatan listrik masih tertinggal di tengkuknya. Kepalanya berdenyut hebat. Saat mencoba menggerakkan tangan, denting rantai logam yang beradu menjadi jawaban yang menyakitkan. Ia terbaring di atas ranjang besi berkarat dalam sebuah ruangan luas namun pengap. Cahaya remang-remang dari lampu minyak di sudut ruangan memperlihatkan dinding beton yang dipenuhi coretan skenario dan foto-foto lama keluarga Svara. Kalea mencoba bangkit, tetapi tubuhnya terasa terlalu lemah. Pergelangan tangannya terikat pada rantai yang menempel di sisi ranjang. Ia menoleh ke sekeliling, berusaha mencari jalan keluar. Tidak ada jendela. Tidak ada pintu selain pintu baja di ujung ruangan. Bahkan suara kendaraan dari luar pun tidak terdengar. Untuk pertama kalinya, Kalea benar-benar merasa sendirian. Tidak ada Nata. Tidak ada Miko. Tidak ada seorang pun yang bisa ia percaya. "Bangun juga akhirnya, Melodi Kecil." Suara Pak Joni menggema,
Last Updated : 2026-08-16 Read more