Lampu lorong rumah sakit yang terang benderang menyambut kedatangan Kalea dengan kontras yang menyilaukan mata. Ia berjalan tertatih, mendekap Aletta yang sudah tertidur pulas dalam balutan selimut hangat, sementara Adrian dan Miko mengawal ketat di sisi kanan dan kirinya. "Nona Lea, Anda harus segera ke bagian ortopedi untuk memeriksa pergelangan kaki itu," ujar Miko saat melihat Kalea meringis setiap kali kakinya menyentuh lantai porselen. Kalea menggeleng mantap. Matanya hanya tertuju pada pintu ruang ICU tempat Nata dirawat. "Setelah aku melihat Nata dan memberikan Aletta kepada perawat NICU, baru aku akan mengobati diriku sendiri." "Tapi luka Anda bisa semakin parah," protes Miko. "Aku tahu." "Kalau begitu, kenapa masih memaksakan diri?" Kalea terdiam sesaat. "Karena Nata sudah mempertaruhka
Last Updated : 2026-09-01 Read more