Pesan di layar ponsel Adrian seolah menjadi racun yang seketika membekukan darah Kalea. Harapan yang baru saja tumbuh setelah operasi Nata mendadak layu, digantikan rasa ngeri yang merayap dari tengkuk hingga ke seluruh punggungnya."Permainan belum berakhir..." bisik Kalea dengan suara bergetar.Ia menoleh ke arah Nata yang masih terbaring lemah, lalu kembali menatap Adrian dengan mata membelalak."Bagaimana mungkin? Dia jatuh ke jurang itu, Adrian! Aku melihatnya sendiri!""Aku tahu, Lea.""Kalau begitu, siapa yang mengirim pesan ini?"Adrian menggeleng."Kita belum tahu.""Jangan bilang dia masih hidup...""Jangan berpikir terlalu jauh dulu."Adrian segera menarik Kalea keluar dari kamar Nata dan menutup pintu dengan rapat. Ia tidak ingin kegaduhan mengusik masa kritis Nata.Miko sudah berdiri di lorong, tangannya siaga di balik jaket. Matanya tajam mengawasi setiap pergerakan di koridor rumah sakit."Mungkin dia sudah menyiapkan pesan ini secara otomatis," ujar Adrian. "Atau ada o
Last Updated : 2026-08-30 Read more