“Aku pulang ....”Lingga masuk ke unit apartemennya dengan beberapa paperbag di tangan. Namun, baru dua langkah melewati ambang pintu, langkah pria itu terhenti.Suara televisi yang menyala terlalu keras langsung menyambutnya. Sang jaksa mengembuskan napas panjang.Ia menutup pintu, meletakkan paperbag di atas meja, lalu baru menyadari kondisi ruangan yang jauh dari kata rapi. Bungkus chiki berserakan, kulit buah memenuhi piring, bahkan satu bantal sofa nyaris jatuh ke lantai.Alisnya terangkat.Sepertinya seseorang sudah cukup nyaman berada di sini. Tatapan Lingga kemudian beralih ke sofa panjang di ruang tengah.Dan di sanalah Nadine berada. Tertidur pulas dengan wajah tembamnya yang tenggelam di permukaan sofa. Salah satu tangannya terlipat di bawah kepala, sementara kaki pendeknya meringkuk seolah kedinginan.Kaus putih milik sang jaksa masih melekat di tubuhnya. Kaus itu memang cukup besar hingga kerahnya menenggelamkan bahu sempit Nadine. Namun, tidak cukup panjang untuk menutu
Last Updated : 2026-09-01 Read more